Saham Cetak Rekor, Mata Uang Melemah: Fenomena Asia

7 hours ago 18
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Penguatan indeks saham di tengah pelemahan nilai tukar bukan fenomena yang hanya terjadi di Indonesia. Kondisi serupa juga terlihat di sejumlah negara Asia, seiring tekanan global dan respons kebijakan ekonomi yang menjadikan nilai tukar sebagai peredam guncangan.

Co-Head of JANA and Asia South Investment Banking Coverage Citigroup Kaustubh Kulkarni mengatakan, pergerakan indeks saham yang mencetak rekor tertinggi saat mata uang melemah juga terjadi di Jepang, Korea, dan India.

“Jika melihat pasar di Asia Utara dan Asia Selatan, pola serupa juga terjadi di Jepang, Korea, dan India, di mana indeks saham acuan masing-masing berada di level tertinggi atau mendekati level tertinggi, sementara mata uangnya justru melemah,” ujar Kulkarni dalam Asia South Investment Banking Outlook 2026 yang diselenggarakan secara daring oleh Citi, Kamis (15/1/2026).

Menurut dia, kondisi tersebut mencerminkan cara perekonomian dan bank sentral di kawasan Asia merespons tekanan global, termasuk tekanan kebijakan tarif. Dalam situasi tersebut, nilai tukar justru berperan sebagai mekanisme penyesuaian.

“Dalam situasi ini, nilai tukar berperan sebagai mekanisme penyerap guncangan (shock absorber), sehingga mata uang cenderung melemah,” kata Kulkarni.

Di sisi lain, penguatan pasar saham ditopang oleh faktor domestik yang relatif solid. Kulkarni menilai konsumsi domestik yang kuat, likuiditas dalam negeri yang besar, serta partisipasi investor ritel menjadi penopang utama pasar ekuitas di kawasan.

“Perekonomian negara-negara tersebut didukung oleh konsumsi domestik yang kuat, likuiditas domestik yang besar, serta sentimen dan partisipasi investor ritel yang sangat solid,” ujarnya.

Ia menambahkan, aliran likuiditas tersebut mendorong dana masuk ke pasar saham dan menopang valuasi. Lebih jauh, penguatan indeks tidak semata didorong sentimen, tetapi juga oleh fundamental kinerja emiten.

“Yang terpenting, valuasi pasar juga didukung oleh pertumbuhan laba perusahaan yang sangat kuat, baik pada tahun berjalan maupun yang diperkirakan pada tahun mendatang,” kata Kulkarni.

Menurut dia, pola tersebut menjelaskan mengapa aktivitas penggalangan modal ekuitas tetap solid meski mata uang melemah. “Fenomena pasar saham yang kuat di tengah mata uang yang melemah justru memberikan keyakinan mengapa aktivitas penggalangan modal ekuitas di berbagai pasar tersebut akan tetap solid,” jelasnya.

Dalam konteks tersebut, nilai tukar menjadi alat penyesuaian utama bagi perekonomian besar di Asia. “Nilai tukar, dalam konteks ini, menjadi alat penyesuaian utama karena tidak banyak alternatif respons lain yang tersedia bagi perekonomian besar tersebut,” kata Kulkarni.

Read Entire Article