REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta mulai melakukan pembongkaran tiang monorel di Jalan Rasuna Said, pada Rabu (14/1/2026). Setelah pembongkaran di kawasan itu rampung, Pemprov Jakarta juga rencananya bakal membongkar sejumlah tiang monorel yang ada di Jalan Asia Afrika, Senayan.
Wakil Gubernur Jakarta Rano Karno mengatakan, upaya pembongkaran tiang monorel di kawasan Senayan itu harus dikoordinasikan terlebih dahulu dengan Sekretariat Negara (Setneg). Pasalnya, tiang-tiang monorel di kawasan Senayan berdiri di atas lahan milik Setneg.
"Senayan yang saya ingat, yang saya tahu, itu adalah wewenang Setneg," kata dia kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur, Kamis (15/1/2026).
Meski begitu, ia mengakui bahwa keberadaan tiang monorel yang ada di Senayan juga menganggu estetika. Apalagi, tiang-tiang mangkrak itu juga berada persis di belakang Gedung DPR.
"Maaf, saya pernah di DPR. Jadi kalau kita lihat pintu belakang DPR itu kan tiang-tiang yang juga mengganggu. Nah, mungkin itu yang bisa kita juga minta untuk segera di, ya istilahnya ditebang lah," ujar Rano.
Karena itu, Pemprov Jakarta akan berupaya untuk membongkar juga tiang monorel di kawasan Senayan. Namun, tidak seluruh tiang di kawasan itu akan dibongkar. Pasalnya, terdapat beberapa tiang yang bisa dimanfaatkan menjadi papan reklame digital atau videotron.
"Kami juga sedang mencoba agar memang dari beberapa tiang yang ada bisa digunakan untuk reklame, tapi kan mungkin tidak semua," kata dia.
Sebelumnya, Gubernur Jakarta Pramono Anung mengatakan, pihaknya akan memprioritaskan pembongkaran 109 tiang monorel di Jalan Rasuna Said terlebih dahulu. Setelah pembongkaran dilakukan, Pemprov Jakarta juga akan melakukan penataan jalan, trotoar, dan taman, yang ada di kawasan itu.
"Jadi yang sekarang ini yang kita prioritaskan yang ada di tempat ini. Mudah-mudahan September selesai," kata dia di kawasan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu.
Usai penataan kawasan Rasuna Said rampung, Pemprov Jakarta juga akan melakukan pembongkaran tiang monorel yang ada di Jalan Asia Afrika, Senayan. Pasalnya, keberadaan tiang-tiang monorel di kawasan itu juga dinilai mengganggu estetika apabila dibiarkan seperti itu.
"Kalau ini sudah berjalan dengan baik karena yang di Senayan memang beberapa pasti akan kami bongkar," ujat Pramono.
Meski begitu, tidak semua tiang monorel di Jalan Asia Afrika akan dibongkar. Pemprov Jakarta memiliki niat untuk memanfaatkan tiang monorel di kawasan Senayan menjadi tiang penyangga papan reklame digital atau videotron.
"Beberapa akan kami sisakan untuk apa, videotron dan sebagainya, untuk reklame. Jadi harus dimanfaatkan," kata dia.

7 hours ago
18






































