Menggenggam Diplomasi Hilirisasi lewat BRICS

1 week ago 35
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

Bergabungnya Indonesia sebagai negara Asia Tenggara pertama yang menjadi anggota penuh BRICS pada Januari 2025 menandai transformasi signifikan dalam dinamika geopolitik global. Di era persaingan mineral penting dan teknologi bersih yang semakin ketat, Indonesia telah muncul sebagai aktor penting berkat cadangan sumber daya alamnya yang melimpah—terutama cadangan nikel terbesar di dunia, yang mencakup sekitar 42% pasokan global.

Sebagai pusat persaingan transisi energi, Indonesia memanfaatkan kebijakan hilirnya bukan hanya sebagai keputusan ekonomi, tetapi juga sebagai strategi diplomatik untuk menegaskan pengaruh global yang lebih besar.

Pergeseran ini dimulai dengan larangan ekspor nikel pada tahun 2020, sebuah langkah yang merestrukturisasi orientasi industri Indonesia dan menantang hierarki ekonomi global yang secara historis dibentuk oleh negara-negara industri seperti AS, Uni Eropa, dan Jepang. Untuk pertama kalinya dalam beberapa dekade, Indonesia mengubah posisinya dari pemasok bahan baku menjadi pusat pemrosesan bernilai tambah yang strategis.

Tekanan dan Persaingan Global

Namun, langkah tegas ini bukannya tanpa perlawanan. Uni Eropa mengajukan gugatan sengketa terhadap pembatasan ekspor Indonesia di WTO (DS592), dengan alasan bahwa kebijakan tersebut mendistorsi keadilan perdagangan. Amerika Serikat bereaksi kritis, terutama setelah Presiden Donald Trump membatalkan insentif subsidi kendaraan listrik berdasarkan Undang-Undang Pengurangan Inflasi, yang menimbulkan risiko bagi investasi Amerika di sektor mineral penting Indonesia. Jepang juga menyatakan kekhawatiran atas kekurangan pasokan bahan baku untuk industri manufakturnya.

Gesekan ini menunjukkan satu realitas penting: hilirisasi lebih dari sekadar kebijakan industri—melainkan kontestasi geopolitik dalam perjuangan global untuk kepemimpinan transisi energi. Respons internasional mencerminkan ketidaknyamanan karena Indonesia mengganggu pola rantai pasokan global yang telah lama ada.

Gambar: Ilustrasi dari Istock

BRICS sebagai Alternatif Strategis

Keikutsertaan Indonesia dalam BRICS merupakan salah satu Langkah manuver diplomatik untuk mengamankan alternatif di tengah meningkatnya tekanan eksternal. BRICS menawarkan akses ke pembiayaan Bank Pembangunan Baru (NDB), kolaborasi investasi Selatan-Selatan, dan kerja sama teknologi industri baru di luar kerangka kerja bersyarat yang dipimpin Barat. Hal ini sejalan dengan prinsip kebijakan luar negeri bebas-aktif Indonesia yang telah lama berlaku dengan kemandirian strategis tanpa keberpihakan blok.

Meskipun demikian, dalam proses menuju perolehan manfaat dalam keanggotaan tersebut, Tiongkok tetap menjadi mitra strategis terbesar Indonesia dalam kolaborasi kebijakan hilirisasi. Volume perdagangan kedua negara mencapai USD 135 miliar pada tahun 2024, dan investasi Tiongkok dalam manufaktur nikel, baja tahan karat, dan baterai kendaraan listrik mencapai USD 9,3 miliar (melalui arus investasi BRI). Menurut Kamar Dagang Indonesia (KADIN), kerja sama hilir menghasilkan surplus perdagangan sebesar USD 2 miliar bagi Indonesia pada awal tahun 2025, hal ini membuktikan bahwa kebijakan hilir menghasilkan keuntungan strategis yang nyata.

Pada bulan April 2025, Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa membahas kemungkinan pembentukan perjanjian perdagangan bilateral untuk mengurangi ketidakpastian tarif dan memperdalam integrasi ekonomi BRICS. Prabowo menegaskan kembali bahwa Indonesia tidak akan berpihak pada blok geopolitik mana pun, dengan menyatakan: “Kami tetap berkomitmen pada politik luar negeri yang tidak berpihak… Kami menginginkan perdamaian dengan semua bangsa.” (ANTARA News, 2025)

Upaya Balancing dalam Tatanan Dunia Multipolar

Indonesia semakin memposisikan diri sebagai jembatan penghubung antara negara-negara Utara dan Selatan. Strategi hilir dapat dimaknai sebagai penyeimbangan lunak—memperkuat daya tawar nasional tanpa meningkatkan konfrontasi langsung. Di tengah pergeseran dunia menuju multipolaritas, pendekatan ini memungkinkan Indonesia untuk mendiversifikasi kemitraan, memperluas peluang pasar, dan mengurangi ketergantungan struktural pada kekuatan ekonomi dominan.

BRICS juga menawarkan platform untuk membentuk kembali tata kelola global, termasuk inisiatif dedolarisasi, emansipasi keuangan, dan representasi yang lebih besar bagi negara-negara berkembang. Partisipasi ini memperkuat legitimasi diplomatik dan identitas kepemimpinan Indonesia sebagai kekuatan menengah yang sedang berkembang.

Gambar: Ilustrasi dari Istock

Tantangan dan Langkah di Masa Depan

Namun, perjalanan diplomasi hilir Indonesia masih jauh dari bebas hambatan. Di balik angka investasi yang mengesankan dan kapasitas indust...

Read Entire Article