Moskow (ANTARA) - Komandan Kepolisian Metropolitan Ella Marriott pada Selasa (3/1) mengatakan bahwa Inggris tengah meluncurkan penyelidikan pidana terhadap mantan Duta Besar Inggris untuk AS Peter Mandelson atas dugaan membocorkan dokumen internal pemerintah kepada mendiang pemodal Jeffrey Epstein.
“Setelah rilis lanjutan jutaan dokumen pengadilan terkait Jeffrey Epstein oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat, Kepolisian Metropolitan menerima sejumlah laporan dugaan pelanggaran jabatan publik, termasuk rujukan dari pemerintah Inggris,” kata Marriott.
“Saya dapat mengonfirmasi bahwa Kepolisian Metropolitan kini meluncurkan penyelidikan terhadap seorang pria berusia 72 tahun, mantan menteri pemerintah, atas dugaan pelanggaran jabatan publik,” ujarnya.
Media Inggris melaporkan bahwa saat menjabat Menteri Bisnis pada 2009 di pemerintahan Perdana Menteri Gordon Brown, Mandelson mengirim dokumen internal kepada Epstein yang ditulis Nick Butler, penasihat politik senior Brown, mengenai kemungkinan penjualan aset negara Inggris di tengah krisis keuangan.
Pada Senin (2/1), Mandelson mengumumkan pengunduran dirinya dari Partai Buruh terkait hubungannya dengan Epstein. Sehari kemudian, ia meninggalkan keanggotaannya di House of Lords.
30 Januari lalu, Wakil Jaksa Agung AS Todd Blanche mengumumkan seluruh materi terkait kasus Epstein telah dirilis.
Dengan pengungkapan terbaru, total data yang dipublikasikan disebut melebihi 3,5 juta berkas, termasuk penyebutan nama-nama sejumlah tokoh berpengaruh dunia.
Pada 2019, Epstein didakwa di AS atas perdagangan seks anak di bawah umur dan konspirasi terkait, dengan ancaman hukuman hingga 40 tahun penjara.
Jaksa menyatakan ia menyalahgunakan puluhan gadis di bawah umur antara 2002 hingga 2005, sebagian berusia 14 tahun.
Pengadilan Manhattan menolak permohonan jaminannya pada Juli 2019.
Pada bulan yang sama, Epstein ditemukan tewas bunuh diri di sel tahanannya.
Nama-nama yang disebut dalam dokumen itu mencakup Presiden AS Donald Trump, pengusaha Elon Musk, pendiri Microsoft Bill Gates, mantan Presiden AS Bill Clinton, serta tokoh lainnya.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Baca juga: Pangeran Andrew lepaskan gelar bangsawan di tengah skandal Epstein
Baca juga: Jutaan dokumen Epstein diungkap, Jaksa: Kami tidak lindungi siapa pun
Penerjemah: Yoanita Hastryka Djohan
Editor: M Razi Rahman
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

12 hours ago
1






































