Inggris selidiki mantan Dubes untuk AS terkait dokumen Jeffrey Epstein

12 hours ago 1
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

Moskow (ANTARA) - Komandan Kepolisian Metropolitan Ella Marriott pada Selasa (3/1) mengatakan bahwa Inggris tengah meluncurkan penyelidikan pidana terhadap mantan Duta Besar Inggris untuk AS Peter Mandelson atas dugaan membocorkan dokumen internal pemerintah kepada mendiang pemodal Jeffrey Epstein.

“Setelah rilis lanjutan jutaan dokumen pengadilan terkait Jeffrey Epstein oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat, Kepolisian Metropolitan menerima sejumlah laporan dugaan pelanggaran jabatan publik, termasuk rujukan dari pemerintah Inggris,” kata Marriott.

“Saya dapat mengonfirmasi bahwa Kepolisian Metropolitan kini meluncurkan penyelidikan terhadap seorang pria berusia 72 tahun, mantan menteri pemerintah, atas dugaan pelanggaran jabatan publik,” ujarnya.

Media Inggris melaporkan bahwa saat menjabat Menteri Bisnis pada 2009 di pemerintahan Perdana Menteri Gordon Brown, Mandelson mengirim dokumen internal kepada Epstein yang ditulis Nick Butler, penasihat politik senior Brown, mengenai kemungkinan penjualan aset negara Inggris di tengah krisis keuangan.

Pada Senin (2/1), Mandelson mengumumkan pengunduran dirinya dari Partai Buruh terkait hubungannya dengan Epstein. Sehari kemudian, ia meninggalkan keanggotaannya di House of Lords.

30 Januari lalu, Wakil Jaksa Agung AS Todd Blanche mengumumkan seluruh materi terkait kasus Epstein telah dirilis.

Dengan pengungkapan terbaru, total data yang dipublikasikan disebut melebihi 3,5 juta berkas, termasuk penyebutan nama-nama sejumlah tokoh berpengaruh dunia.

Pada 2019, Epstein didakwa di AS atas perdagangan seks anak di bawah umur dan konspirasi terkait, dengan ancaman hukuman hingga 40 tahun penjara.

Jaksa menyatakan ia menyalahgunakan puluhan gadis di bawah umur antara 2002 hingga 2005, sebagian berusia 14 tahun.

Pengadilan Manhattan menolak permohonan jaminannya pada Juli 2019.

Pada bulan yang sama, Epstein ditemukan tewas bunuh diri di sel tahanannya.

Nama-nama yang disebut dalam dokumen itu mencakup Presiden AS Donald Trump, pengusaha Elon Musk, pendiri Microsoft Bill Gates, mantan Presiden AS Bill Clinton, serta tokoh lainnya.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti

Baca juga: Pangeran Andrew lepaskan gelar bangsawan di tengah skandal Epstein

Baca juga: Jutaan dokumen Epstein diungkap, Jaksa: Kami tidak lindungi siapa pun

Penerjemah: Yoanita Hastryka Djohan
Editor: M Razi Rahman
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article