Guangzhou (ANTARA) - Ketua Kelompok Kerja Anti-Korupsi dan Transparansi APEC, Chen Long, menyerukan kerja sama yang lebih kuat untuk melindungi transparansi dan pertumbuhan ekonomi di seluruh kawasan mengingat meningkatnya korupsi lintas batas dan aliran keuangan ilegal.
"Karena korupsi semakin melintasi batas dan didukung teknologi, termasuk melalui mata uang kripto, respons yang terfragmentasi tidak lagi memadai," kata Chen dalam pernyataan di situs web APEC pada Rabu.
Chen memaparkan berbagai upaya untuk melindungi pertumbuhan ekonomi termasuk penolakan perlindungan bagi para koruptor dan menekankan pentingnya penguatan kerja sama lintas batas untuk menjaga integritas ekonomi.
"Menolak tempat perlindungan bagi pelaku korupsi beserta aset mereka, memperkuat kerja sama lintas batas, dan memanfaatkan sepenuhnya data. Alat digital harus menjadi inti dari pendekatan kita untuk melindungi integritas ekonomi dan pertumbuhan berkelanjutan di kawasan ini," katanya.
Pertemuan dua hari di Guangzhou, China itu berfokus pada perubahan komitmen anti-korupsi menjadi kerja sama praktis yang mendukung integritas, ketahanan, dan kemakmuran inklusif.
Negara-negara anggota bertukar informasi terkini tentang implementasi Konvensi PBB tentang Pemberantasan Korupsi dan komitmen APEC lainnya, termasuk langkah-langkah memperkuat legislasi, kapasitas penegakan hukum, dan kerja sama internasional.
Adapun tema utama pertemuan tersebut adalah dampak teknologi baru terhadap risiko korupsi dan strategi penegakan hukum.
Negara-negara dalam pertemuan tersebut saling berbagi pengalaman dalam menggunakan data sumber terbuka, big data, dan kecerdasan buatan dalam investigasi korupsi, sambil meneliti ancaman baru termasuk pencucian uang dengan menggunakan mata uang kripto.
Sejumlah progres inisiatif yang rencananya akan disampaikan pada 2026, juga ditinjau termasuk publikasi regional yang bertujuan untuk meningkatkan akses ke informasi anti-korupsi sekaligus memperkuat sistem pencegahan di sektor publik dan lembaga penegak hukum.
Pejabat yang bertanggung jawab atas Departemen Kerja Sama Internasional Komisi Pengawasan Nasional China itu mengatakan seiring dengan terus berkembangnya perdagangan, investasi, dan aliran modal lintas batas, korupsi telah menjadi tantangan bersama bagi semua negara.
Ia menekankan perlunya memperkuat upaya kolektif melawan korupsi, membangun lingkungan bisnis yang bersih, serta memajukan kerja sama praktis untuk menjaga keadilan, kesetaraan, dan kemakmuran bersama di seluruh Asia-Pasifik.
Hadir sejumlah organisasi seperti Grup Bank Dunia, Kantor PBB untuk Narkoba dan Kejahatan, Asosiasi Internasional Otoritas Anti-Korupsi, Interpol, dan Bank Investasi Infrastruktur Asia yang juga berbagi perspektif tentang penguatan koordinasi dan pertukaran informasi guna mendukung upaya anti-korupsi di tingkat regional maupun global.
Baca juga: APEC serukan koordinasi iptek di tengah lonjakan AI
Baca juga: APEC bahas tantangan ekonomi digital di Guangzhou
Penerjemah: Asri Mayang Sari
Editor: Arie Novarina
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

12 hours ago
1






































