Washington (ANTARA) - Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dengan tegas menolak untuk menarik pasukan bersenjata Ukraina dari wilayah Donbas.
"Kami tidak bisa begitu saja menarik diri. Itu melanggar aturan hukum kami," kata Zelenskyy dalam sebuah wawancara dengan Fox News yang diterbitkan pada Senin.
"Kami tidak bisa begitu saja menarik diri dari wilayah kami," ujarnya menegaskan.
Zelenskyy menekankan bahwa ini juga masalah warga yang bertempat tinggal di wilayah tersebut.
Menurut dia, sekitar 300.000 orang tinggal di wilayah tersebut dan Ukraina tidak bisa begitu saja "kehilangan rakyat".
Sejak pertengahan November, Amerika Serikat telah mempromosikan rencana perdamaian baru untuk Ukraina.
Sementara pada 2 Desember lalu, Presiden Rusia Vladimir Putin menerima utusan khusus AS Steve Witkoff dan menantu Presiden AS Donald Trump, Jared Kushner, di Kremlin.
Kunjungan perwakilan AS ke Rusia terkait dengan diskusi rencana perdamaian AS untuk Ukraina.
Kremlin menyatakan bahwa Rusia tetap terbuka untuk negosiasi dan berkomitmen pada diskusi yang telah dilakukan di Anchorage, Alaska.
Sumber: RIA Novosti/Sputnik
Baca juga: Rencana Trump cakup pengakuan Krimea dan Donbas sebagai bagian Rusia
Baca juga: Trump dilaporkan dukung rencana serahkan wilayah Ukraina ke Rusia
Baca juga: Pasukan Ukraina mundur dari Bakhmut saat Rusia lancarkan serangan baru
Penerjemah: M Razi Rahman
Editor: Azis Kurmala
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

1 week ago
10





































