Berita populer selanjutnya mengenai mainan virtual asal Jepang, Tamagotchi, yang mulai bangkit di usia 30 tahun pada tahun ini. Berikut selengkapnya rangkuman berita tersebut:
Penyebab Greenland Diincar Trump
Greenland dinilai memiliki cadangan unsur logam tanah jarang atau Rare Earth Element (REE) yang besar. Berdasarkan laporan Center for Strategic and International Studies (CSIS) bertajuk Greenland, Rare Earths, and Arctic Security yang dipublikasikan pada Kamis (8/1), Greenland menempati peringkat kedelapan dunia dalam cadangan logam tanah jarang, dengan total sekitar 1,5 juta ton.
“Greenland kaya akan sumber daya alam, termasuk bijih besi, grafit, tungsten, paladium, vanadium, seng, emas, uranium, tembaga, dan minyak. Namun, sumber daya yang paling menarik perhatian di kawasan ini adalah unsur tanah jarang,” tulis laporan itu dikutip Minggu (11/1).
Selain itu, Greenland juga memiliki dua endapan unsur tanah jarang yang termasuk terbesar di dunia yakni Kvanefjeld dan Tanbreez. Meski demikian, hingga saat ini belum ada aktivitas penambangan unsur tanah jarang yang berlangsung di pulau tersebut.
Kvanefjeld merupakan endapan unsur tanah daratan terbesar ketiga di dunia dengan lebih dari 11 juta metrik ton cadangan unsur tanah jarang termasuk sekitar 370.000 metrik ton unsur tanah jarang berat.
Kandungan cadangan unsur tanah jarang di sana juga diperkirakan menjadi salah satu yang terbesar di dunia dengan estimasi mencapai 28,2 juta metrik ton dengan 27 persen di antaranya berupa tanah jarang berat.
Dilansir AFP News, Minggu (11/1), produsen Tamagotchi, Bandai Namco, mengungkapkan bahwa total produksi Tamagotchi telah melampaui 100 juta unit secara global hingga Agustus 2025. Mainan tersebut telah dipasarkan ke sekitar 50 negara dan wilayah, termasuk Indonesia, dengan total 37 model yang dirilis sejak pertama kali diluncurkan pada 1996.
Kebangkitan terbaru tersebut menandai gelombang keempat popularitas Tamagotchi. Gelombang pertama terjadi pada 1996–1997 saat produk ini memicu antrean panjang di Jepang dan cepat terjual habis. Gelombang kedua muncul pada 2004 dengan hadirnya fitur komunikasi inframerah antarperangkat, disusul gelombang ketiga pada 2008 ketika layar berwarna diperkenalkan.
Tahun ini, permintaan kembali menguat setelah peluncuran model ke-37 bertajuk Tamagotchi Paradise pada Juli 2025. Versi terbaru ini menghadirkan fitur konektivitas antarpengguna yang memungkinkan karakter Tamagotchi berinteraksi lebih kompleks, mulai dari bertarung, membentuk keluarga, hingga memiliki keturunan. Inovasi ini memperluas pengalaman bermain sekaligus memperpanjang siklus hidup produk.
Dengan pameran khusus 30 tahun Tamagotchi yang dibuka untuk publik di Tokyo pekan ini, Bandai Namco berharap momentum nostalgia dan inovasi dapat terus mendorong permintaan, sekaligus memperkuat posisi Tamagotchi sebagai salah satu waralaba mainan paling sukses di dunia.

2 hours ago
2





































