Caracas (ANTARA) - Presiden Venezuela Nicolas Maduro mengatakan dalam siaran televisi pada Kamis (1/1) bahwa ia siap jika Washington menginginkan negosiasi serius mengenai kesepakatan untuk memerangi perdagangan narkoba.
Maduro mengatakan bahwa banyak orang, bahkan di Amerika Serikat (AS), tidak mempercayai narasi tentang produksi narkoba di Venezuela, seraya menyebut bahwa baik Venezuela maupun AS perlu menggelar dialog serius berdasarkan fakta-fakta.
Dia juga mengatakan Venezuela akan menerima investasi AS kapan saja, seperti investasi dari perusahaan minyak AS Chevron, jika AS membutuhkan minyak Venezuela.
Wakil Presiden Venezuela sekaligus Menteri Perminyakan Delcy Rodriguez mengonfirmasi dalam sebuah unggahan media sosial pada Desember 2025 bahwa kapal tanker minyak Chevron yang mengangkut minyak mentah telah meninggalkan Venezuela secara sah menuju AS.
Selama beberapa bulan terakhir, AS mempertahankan kehadiran militer yang signifikan di Karibia, sebagian besar di lepas pantai Venezuela, dengan dalih untuk memberantas perdagangan narkoba, klaim yang dikecam oleh Venezuela sebagai upaya terselubung untuk menggulingkan rezim di Caracas.
Militer AS telah menenggelamkan sekitar 30 kapal yang disebut "kapal penyelundup narkoba" di Karibia dan Pasifik timur, menewaskan lebih dari 100 orang.
Pewarta: Xinhua
Editor: Yuni Arisandy Sinaga
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

1 week ago
7





































