Pemerintah Venezuela mengecam serangan Amerika Serikat (AS) terhadap negaranya. AS menyerang sejumlah kota di Venezuela, termasuk ibu kota, Caracas.
"Republik Bolivarian Venezuela menolak, mengecam, dan mengutuk di hadapan komunitas internasional agresi militer yang sangat serius yang dilakukan oleh pemerintahan Amerika Serikat saat ini terhadap wilayah dan penduduk Venezuela," demikian keterangan pers Kedutaan Besar Venezuela di Indonesia, Sabtu (3/1).
Selain Caracas, serangan AS juga menyusul sejumlah kota di Negara Bagian Miranda, yakni Aragua dan La Guaira.
Menurut Pemerintah Venezuela, serangan yang dilakukan AS ini telah melanggar Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
"Tindakan ini merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa, khususnya Pasal 1 dan 2, yang menegaskan penghormatan terhadap kedaulatan, kesetaraan hukum antarnegara, serta larangan penggunaan kekuatan," ujarnya.
"Agresi tersebut mengancam perdamaian dan stabilitas internasional, khususnya di Amerika Latin dan Karibia, serta menempatkan nyawa jutaan orang dalam risiko serius," sambungnya.
Militer AS sebelumnya mengakui pihaknya terlibat dalam ledakan yang menargetkan Caracas. Namun, baik Pentagon dan Gedung Putih masih belum berkomentar.
Hubungan AS dan Venezuela memanas karena Presiden Donald Trump menuduh kapal-kapal Venezuela masuk ke AS untuk mengedarkan narkoba.
Pemerintahan Trump bahkan meluncurkan operasi menyerang kapal-kapal yang dituduh membawa narkoba ke AS. Militer AS mengatakan setidaknya 107 orang tewas dalam serangan tersebut.
Tak hanya itu, Trump menuduh Presiden Venezuela Nicolás Maduro memimpin kartel narkoba. Tuduhan itu dibantah dengan tegas oleh Maduro. Ia menyatakan Trump menuduhnya karena ingin melengserkannya dari jabatannya.

1 week ago
7





































