Pemerintah Venezuela mengecam agresi militer Amerika Serikat (AS). Serangan militer AS dilaporkan terjadi di beberapa lokasi sipil dan militer, termasuk Kota Caracas serta Negara Bagian Miranda, Aragua, dan La Guaira.
Dalam keterangan resminya, pemerintah Venezuela menyebut tindakan AS merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa, khususnya Pasal 1 dan 2 yang menegaskan penghormatan terhadap kedaulatan negara, kesetaraan hukum antarnegara, serta larangan penggunaan kekuatan.
Venezuela menilai agresi itu mengancam perdamaian dan stabilitas internasional, terutama di kawasan Amerika Latin dan Karibia.
Pemerintah Venezuela menuding tujuan serangan tersebut adalah untuk merebut sumber daya strategis negara itu, khususnya minyak dan mineral, serta menghancurkan kemerdekaan politik Venezuela. Namun, Caracas menegaskan upaya tersebut tidak akan berhasil.
“Setelah lebih dari 200 tahun merdeka, rakyat dan pemerintah sah Venezuela tetap teguh mempertahankan kedaulatan dan hak menentukan nasib sendiri,” demikian bunyi pernyataan tersebut, dikutip Sabtu (3/1).
Pemerintah Venezuela menegaskan bahwa negara itu telah berulang kali menghadapi dan mengalahkan kekuatan asing sejak kemerdekaan pada 1811. Dengan mengutip Presiden Cipriano Castro pada 1902 serta mengangkat semangat perjuangan Simón Bolívar dan para pembebas, pemerintah menyerukan rakyat untuk bangkit mempertahankan kemerdekaan.
"Presiden Nicolás Maduro disebut telah memerintahkan aktivasi seluruh rencana pertahanan nasional sesuai konstitusi dan undang-undang yang berlaku. Pemerintah juga menetapkan keadaan keguncangan eksternal di seluruh wilayah nasional serta mengerahkan Angkatan Bersenjata Nasional Bolivarian dalam persatuan rakyat-militer-polisi untuk menjamin kedaulatan dan perdamaian," katanya.
Selain langkah militer dan keamanan, Venezuela menyatakan akan menempuh jalur diplomatik dengan mengajukan pengaduan resmi ke Dewan Keamanan PBB, Sekretaris Jenderal PBB, Komunitas Negara-negara Amerika Latin dan Karibia (CELAC), serta Gerakan Non-Blok.
Venezuela juga menegaskan haknya untuk melakukan pembelaan diri yang sah sesuai Pasal 51 Piagam PBB. Pemerintah menyerukan solidaritas internasional dari negara-negara Amerika Latin, Karibia, dan dunia untuk menentang apa yang disebutnya sebagai agresi imperialis Amerika Serikat.
Mengakhiri pernyataannya, pemerintah Venezuela mengutip pesan mendiang Presiden Hugo Chávez Frías bahwa jawaban atas setiap kesulitan adalah “persatuan, perjuangan, pertempuran, dan kemenangan.”

1 week ago
22





































