Temukan Grup Chat Ekstremisme Anak-Anak, Densus 88 Cegah Aksi di Jepara-Kalbar

4 days ago 17
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online
Ilustrasi pasukan Densus 88. Foto: Romeo Gacad/AFP

Densus 88 Antiteror Polri mengungkap sebuah grup chat internasional yang berisi penyebaran paham ekstrem seperti white supremacy dan neo Nazi. Grup itu bernama True Crime Community dan diisi anak-anak yang saling menginspirasi untuk melakukan kekerasan.

Juru bicara Densus 88, Kombes Mayndra Eka Wardhana menyebut ada 70 anak di Indonesia yang terpapar paham ekstrem akibat bergabung dalam grup tersebut. Setidaknya, ada 5 aksi kekerasan yang direncanakan anak-anak karena grup tersebut.

Yang pertama, seorang anak di Jepara mencoba menjadi pelopor aksi kekerasan di sekolah. Ia berencana melangsungkan aksinya sebelum kejadian pengeboman SMAN 72 Jakarta beberapa waktu lalu.

“Di mana di Jepara itu ada seorang anak yang juga ingin menjadi pelopor kekerasan di sekolah, kemudian ingin meng-upload juga di komunitas mereka gitu ya. Dan ini bisa ditangani oleh Densus 88 bersama dengan Polda Jateng,” ucap Mayndra di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (7/1).

Lalu, kejadian pengeboman SMAN 72 itu sendiri menurut Mayndra juga terpengaruh komunitas tersebut. Mayndra mengatakan, aksi itu tak bisa dicegah karena sang anak tak terbuka secara sosial.

“Dan kemudian selanjutnya pada 7 November 2025, kita bersama dikejutkan oleh insiden SMAN 72 ya,” ucap Mayndra.

“Dan itu kenapa bisa terjadi? Karena karakter daripada ABH (Anak Berhadapan dengan Hukum) yang melakukan aksi tersebut betul-betul sangat introvert, bisa dikatakan seperti itu. Sangat tidak bersosialisasi dan tidak berkaitan dengan anak mana pun dalam melakukan aksinya gitu. Sehingga rekannya, sekolah, dan yang lain-lain tidak bisa mendeteksi secara cepat untuk dilakukan antisipasi,” tambahnya.

Jubir Densus 88, AKBP Mayndra Wardhana. Foto: Dok. Lipsus kumparan

Lebih lanjut, Densus 88 mencegah rencana aksi kekerasan lainnya di Kalimantan Barat hingga Jawa Timur.

“Selanjutnya setelah kejadian di Jakarta, di Kalbar pada 8 Desember 2025 juga demikian. Cepat terdeteksi, kemudian dicegah,” ucap Mayndra.

“Di Jatim, 17 Desember 2025 dicegah untuk tidak melakukan aksi,” tambah Mayndra.

Selanjutnya, Densus 88 pun mengintervensi 70 anak yang terindikasi terpapar paham-paham ekstrem tersebut.

“Dan kemudian pada tanggal 22 Desember 2025, Mabes Polri beserta jajaran serempak untuk bersama-sama dengan kementerian/lembaga terkait segera mengintervensi anak yang lain ya, daripada 70 orang ini,” ucap Mayndra.

Mayndra mengatakan, penanganan anak-anak itu harus dilakukan secara cepat karena rencana mereka sampai ingin melakukan aksi bunuh diri.

“Mengapa penanganan anak-anak ini prioritas? Dari interview yang dilakukan oleh penyelidik, kami menemukan bahwa anak-anak ini di dalam wilayah yang berbeda berencana untuk melakukan bunuh diri setelah meledakkan beberapa kelas,” ucap Mayndra.

Mayndra menyebut, anak-anak itu berencana untuk menargetkan sekolah. Mereka juga menargetkan guru hingga teman-temannya.

“Ya di sini disebutkan kelas 7, kelas 8, kelas 9. Lalu membantai guru, mensabotase CCTV. Sasaran aksinya adalah teman sekolah dan guru,” jelas Mayndra.