Menjadi seorang mahasiswa semester akhir itu rasanya campur aduk. Ada perasaan senang karena sebentar lagi lulus, namun juga pusing mengingat tanggung jawab yang makin berat. Status “semester akhir” bukan cuma tentang jumlah SKS, tapi juga soal perjuangan menyelesaikan satu tahap penting dalam hidup.
Nikmatnya Tinggal Selangkah Lagi Lulus
Salah satu suka atau kesenangan terbesar mahasiswa semester akhir adalah rasa lega karena sudah hampir sampai garis finis. Tidak perlu lagi ambil mata kuliah yang banyak, jadwal kuliah mulai kosong, dan waktu lebih fleksibel. Rasanya seperti dapat bonus waktu untuk istirahat sejenak, walaupun tetap ditemani skripsi.
Bayangan wisuda mulai jadi penyemangat. Mulai terbayang memakai toga, foto lucu bareng teman-teman, sampai update story di instagram dengan caption penuh makna. Semua hal itu membuat perjuangan terasa sedikit lebih ringan.
Skripsi, Teman Setia Yang Bikin Stress
Kalaw bicara soal duka, sudah jelas skripsi menjadi topik utama. Mulai dari nyari judul yang pas, data yang susah diperoleh, hingga revisi yang berasa nggak ada habisnya. Baru ngerjain satu bagian, sudah disuruh revisi bagian lain.
Bimbingan juga menjadi tantangan tersendiri. Jadwal dosen yang sangat padat sering kali membuat mahasiswa harus ekstra sabar. Belum lagi rasa minder ketika melihat teman lain yang progresnya sudah jauh lebih maju.
Tekanan Dari Lingkungan Sekitar
Mahasiswa semester akhir juga harus kuat mental menghadapi berbagai pertanyaan dari orang-orang sekitar. “Kapan sempro ?”, “Kapan wisuda ?”, atau “Temen kamu udah banyak yang kerja” jadi kalimat yang sering kali terdengar.
Walaupun kadang tujuannya baik, pertanyaan-pertanyaan ini bisa bikin overthinking. Apalagi kalaw proses skripsi lagi nggak lancar, rasanya ingin menghilang sebentar dari dunia per-sosial-an.
Belajar Dewasa Di Tengah Proses
Dibalik banyaknya tekanan, semester akhir mengajarkan banyak hal. Mahasiswa belajar mengatur waktu, mengendalikan emosi, dan bertanggung jawab atas pilihannya sendiri. Tidak ada lagi yang bisa diharapkan selain diri sendiri.
Proses ini perlahan membentuk mental yang lebih kuat. Walaupun banyak mengeluh, pada akhirnya mahasiswa semester akhir tetap berjuang bertahan dan menyelesaikan apa yang sudah dimulai.
Suka duka mahasiswa semester akhir memang tidak mudah, namun semua itu bagian dari perjalanan. Lelah, stress, dan drama yang terjadi semoga terbayar saat hari wisuda tiba.
Semester akhir bukan hanya soal skripsi dan kelulusan, tapi juga tentang proses pendewasaan sebelum benar-benar terjun ke dunia yang sesungguhnya, dunia kerja. Dan saat semua ini selesai, kita akan tersenyum sambil berkata, “Ternyata aku bisa melewatinya”.

6 days ago
9





































