Kebingungan dan kepanikan menyelimuti warga di Caracas, Venezuela, ketika AS meluncurkan serangan.
Pada tengah malam, warga berhamburan menuju jendela dan teras rumah, berusaha menerka apa yang sebenarnya sedang terjadi. Sejumlah warga juga melaporkan listrik padam di berbagai titik.
"Dari sini, kami bisa mendengar ledakan di sekitar Fort Tiuna," kata Emmanuel Parabavis (29), seperti diberitakan AFP. Fort Tiuna merupakan salah satu pangkalan militer terbesar di Venezuela.
"Saat ini terdengar suara seperti senapan mesin. Ada banyak dentuman dan tembakan," kata Parabavis yang bekerja sebagai pegawai hubungan masyarakat yang tinggal di distrik El Valle.
Warga lainnya, Francis Pena (29), mengatakan kepada AFP bahwa sedang tidur ketika dibangunkan kekasihnya dan memberi tahunya soal serangan itu.
"Saya tidak bisa melihat ledakannya, tapi saya rasa mendengar suara pesawat. Kami mulai menyiapkan tas berisi barang-barang penting di rumah --paspor, kartu-kartu, uang tunai, lilin, pakaian ganti, dan makanan kaleng," kata Pena.
Presiden AS Donald Trump telah berulang kali mengancam akan meluncurkan serangan ke Venezuela. Pada Senin (29/12/2025) lalu, Trump menyebut AS telah menghantam dan menghancurkan dermaga yang diduga digunakan kapal-kapal narkoba Venezuela.
Presiden Venezuela Nicolas Maduro tidak membenarkan maupun membantah serangan itu. Namun, Maduro kemudian menyatakan terbuka untuk bekerja sama dengan Washington.
Pemerintah Trump menuding Maduro memimpin kartel narkoba. Tuduhan tersebut dibantah oleh Maduro yang berhaluan kiri, dan menyebut AS berupaya menggulingkannya karena Venezuela memiliki cadangan sumber daya terbesar.

1 week ago
8





































