Madrid (ANTARA) - Pemerintah Spanyol pada Sabtu menyerukan "de-eskalasi" menyusul serangan Amerika Serikat terhadap ibu kota Venezuela, Caracas, yang menyebabkan penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro pada Sabtu dini hari (3/1).
Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez mengatakan di media sosial bahwa "pemerintah Spanyol mengikuti dengan saksama perkembangan situasi di Venezuela, dan kedutaan besar serta konsulat kita (di Venezuela) tetap beroperasi."
"Kami menyerukan deeskalasi dan sikap bertanggung jawab," tulis Sanchez yang juga menekankan bahwa "Hukum Internasional harus dihormati."
Kementerian Luar Negeri Spanyol juga mengeluarkan komunike yang menyerukan "deeskalasi dan moderasi, serta agar semua tindakan dihormati sesuai dengan Hukum Internasional dan prinsip-prinsip Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)."
Menurut data resmi, sekitar 136.000 warga negara Spanyol terdaftar sebagai penduduk Venezuela pada 2023.
Kementerian Luar Negeri Spanyol mengatakan pihaknya terus "memantau dengan saksama keadaan warga Spanyol di negara tersebut," dan mengonfirmasi bahwa staf di Kedutaan Besar dan Konsulat Spanyol di Caracas, serta keluarga mereka, dalam keadaan aman.
Pewarta: Xinhua
Editor: Yuni Arisandy Sinaga
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

1 week ago
5





































