REPUBLIKA.CO.ID, DENPASAR -- Mahasiswa Program Doktor (S3) Universitas Nusa Mandiri (UNM) kembali menorehkan prestasi akademik di tingkat nasional. Kali ini, mahasiswa S3 UNM tampil sebagai presenter dalam Seminar Nasional Perhimpunan Entomologi Indonesia (PEI) Cabang Denpasar Tahun 2026 yang digelar Kamis (29/1/2025) lalu.
Seminar nasional tersebut dilaksanakan secara luring di Ruang Rapat Senat, Agrokomplek Lantai 2 Kampus Sudirman Universitas Udayana, Jl Panglima Besar Sudirman, Dauh Puri Klod, Kecamatan Denpasar Barat, Kota Denpasar, Bali.
Kegiatan ini juga diikuti secara daring melalui Zoom Meeting, dengan melibatkan akademisi dan peneliti dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Mahasiswa S3 UNM, Sri Hadianti, dipercaya menjadi presenter dengan memaparkan hasil penelitian berjudul “MATANG Tech: Platform Digital untuk Identifikasi Hama Tanaman Kentang dan Dukungan Pengendalian Hama Terpadu Berkelanjutan”.
Riset ini mengangkat pemanfaatan teknologi digital sebagai solusi inovatif untuk membantu identifikasi hama tanaman kentang secara cepat dan akurat, sekaligus mendukung sistem pengendalian hama terpadu yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Penelitian ini hasil kolaborasi tim peneliti lintas disiplin yang terdiri atas Sri Hadianti, Prof Dr Ir Dwiza Riana, S.Si, MM, M.Kom, IPU, ASEAN Eng, Dr Eng Muhammad Haris, serta Daning Nur Sulistyowati, M.Kom. Kolaborasi ini menunjukkan sinergi kuat antara bidang informatika dan pertanian dalam menghasilkan inovasi berbasis teknologi yang aplikatif.
Ketua Program Studi Doktoral Informatika (S3) UNM, Dr Nita Merlina mengapresiasi capaian tersebut. Menurutnya, keikutsertaan mahasiswa doktoral UNM sebagai presenter nasional mencerminkan kualitas riset yang dikembangkan di lingkungan kampus.
“Partisipasi mahasiswa S3 UNM dalam seminar nasional ini menunjukkan riset doktoral kami tidak hanya kuat secara akademik, juga relevan dan berdampak. Sebagai Kampus Digital Bisnis, UNM mendorong riset berbasis teknologi yang mampu menjawab persoalan nyata di masyarakat,” tegas Dr Nita dalam keterangan, Selasa (10/2/2026).
Ia menambahkan, program doktor di UNM secara konsisten diarahkan untuk menghasilkan riset kolaboratif, inovatif, dan berorientasi pada solusi.
Menurut Sri Hadianti, kesempatan menjadi presenter di forum ilmiah nasional menjadi pengalaman akademik yang sangat berharga. Forum ini memberi ruang untuk berdiskusi langsung dengan para pakar dan peneliti lintas bidang.
‘’Saya berharap MATANG Tech dapat terus dikembangkan dan memberikan kontribusi nyata bagi sektor pertanian, khususnya dalam pengendalian hama yang lebih efektif dan berkelanjutan,” ujar Sri.
Keikutsertaan mahasiswa Program Doktoral UNM dalam forum ilmiah nasional ini menegaskan komitmen UNM dalam membangun budaya riset unggul dan meningkatkan daya saing akademik di tingkat nasional.
UNM terus mendorong mahasiswa dan dosen untuk aktif berkontribusi melalui penelitian, seminar, dan publikasi ilmiah yang berdampak luas.

12 hours ago
6







































