Badan industri batu bara China memperkirakan penurunan impor tahun ini dan berpotensi menggenjot produksi dalam negeri usai Indonesia memutuskan membatasi ekspor batu bara demi menaikkan harga.
Dikutip dari Bloomberg, Rabu (11/2), Asosiasi Transportasi dan Distribusi Batu Bara China (CCTD) dalam keterangan resminya memangkas perkiraan impor batu bara menjadi 465 juta ton pada 2026. Angka ini turun dari proyeksi yang dikeluarkan 3 minggu sebelumnya, yaitu 480 juta ton.
China memproduksi batu bara sebanyak 4,8 miliar ton tahun lalu terlepas dari meningkatnya tekanan terhadap industri karena kekhawatiran akan iklim dan keselamatan tambang, serta pembatasan yang dilakukan Indonesia dapat meningkatkan peluang produksi dalam negeri dapat ditingkatkan. CCTD memprediksi produksi dalam negeri akan mencapai 4,86 miliar ton tahun ini, tapi bisa lebih tinggi lagi jika penurunan impor lebih tajam.
Indonesia sebagai negara eksportir batu bara pada Januari lalu mengumumkan berencana memangkas produksi batu bara hampir seperempatnya tahun ini menjadi sekitar 600 juta ton dalam upaya untuk meningkatkan pendapatan. Langkah itu mendukung harga, dengan harga berjangka batu bara termal Australia sebagai patokan kawasan naik sekitar 9 persen sepanjang tahun ini.
"Pasokan global akan semakin ketat jika produksi tahunan Indonesia jatuh di bawah 700 juta ton," kata analis komoditas curah di Kpler, Li Zhiyuan. Ia juga menyatakan eksportir batu bara lainnya seperti Rusia dan Kolombia bisa jadi penerima manfaat terbesar.
Indonesia menyumbang sekitar 40 persen impor batu bara China tahun lalu, dan bahan bakarnya banyak digunakan oleh pembangkit listrik di pesisir pantai saat harganya lebih murah daripada pasokan domestik.
Harga batu bara termal China belum mencerminkan rencana Indonesia, sebagian karena penurunan perdagangan sebelum Tahun Baru China. Namun, CCTD mengatakan ada tekanan yang semakin besar agar harganya naik.
RI Akan Hentikan Sementara Ekspor Batu Bara, Kelistrikan Asia Disebut Terancam
Sebelumnya, Reuters melaporkan Indonesia berencana menghentikan sementara ekspor batu bara spot. Pengiriman spot akan dibatasi hingga pemerintah menetapkan keputusan final terkait kuota produksi.
Rencana Indonesia ini berpotensi membuat perusahaan listrik di berbagai negara Asia akan menghadapi gangguan. Negara yang mengandalkan batu bara Indonesia untuk listrik di antaranya China, India, Vietnam, dan Filipina.
Indonesia menyuplai sekitar separuh dari total ekspor batu bara termal global pada 2025. Namun, tekanan harga global yang lemah dalam beberapa waktu terakhir mendorong pemerintah mengkaji pemangkasan produksi guna menopang harga ekspor dan meningkatkan penerimaan negara.
Rencana tersebut menuai penolakan dari pelaku industri. Sejumlah perusahaan tambang memperingatkan pembatasan produksi dapat memicu pemutusan hubungan kerja dan penutupan tambang, sehingga menambah tekanan bagi pemerintah untuk segera mencari titik temu sebelum aktivitas ekspor terganggu lebih jauh.

3 hours ago
2







































