New York (ANTARA) - Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya ditangkap dan diterbangkan keluar dari Venezuela dan akan ditahan di pusat penahanan di New York.
Pesawat militer yang membawa pasangan tersebut telah mendarat di Pangkalan Udara Garda Nasional Stewart di Newburgh, Negara Bagian New York, pada Sabtu sekitar pukul 17.00 waktu setempat, atau Minggu (4/1) pukul 05.00 WIB, menurut beberapa laporan dan rekaman video.
Maduro dan beberapa orang lainnya akan menghadapi sejumlah dakwaan, yakni konspirasi terorisme narkoba, konspirasi impor kokaina, kepemilikan senapan mesin dan perangkat perusak, serta konspirasi kepemilikan senapan mesin dan perangkat perusak, pada pekan depan di Pengadilan Distrik AS untuk Distrik Selatan New York, menurut surat dakwaan yang telah dibuka dan dirilis oleh Departemen Kehakiman AS pada Sabtu.
Wali Kota New York City Zohran Mamdani mengatakan dia telah menelepon Presiden AS Donald Trump secara langsung pada Sabtu untuk menyatakan penentangannya terhadap "upaya penggulingan rezim yang melanggar hukum federal (Amerika Serikat) dan internasional.
Sejumlah orang juga melakukan unjuk rasa di luar pangkalan udara Newburgh untuk menentang aksi militer AS di Venezuela itu.
Dalam sebuah sidang Dewan Pertahanan Nasional Venezuela yang disiarkan oleh saluran televisi nasional negara itu pada Sabtu, Wakil Presiden Venezuela Delcy Rodriguez menuntut "pembebasan segera" Maduro dan istrinya.
Pewarta: Xinhua
Editor: Yuni Arisandy Sinaga
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

1 week ago
8





































