Presiden Kolombia Gustavo Petro mendesak PBB untuk menggelar pertemuan darurat menyusul ledakan yang terdengar di ibu kota Venezuela, Caracas. Menurut laporan reporter CNN, suara ledakan terdengar di berbagai titik kota sekitar pukul 01.50 Waktu setempat pada Sabtu (3/3).
Militer AS akhirnya mengakui bahwa pihaknya terlibat dalam ledakan yang menargetkan Caracas. Namun, baik Pentagon dan Gedung Putih masih belum berkomentar.
"Sekarang mereka sedang memborbardir Caracas. Beri tahu dunia, Venezuela telah diserang," tulis Petro melalui X.
Petro tidak menjelaskan secara rinci bagaimana ia mengetahui serangan tersebut. Ia juga tidak menyebutkan pihak yang dimaksud dengan kata "mereka" dalam pernyataannya.
"Mereka mengebom dengan rudal. Organisasi Negara-Negara Amerika (OAS) dan PBB harus segera mengadakan pertemuan," lanjut Petro.
Hubungan AS dan Venezuela memanas karena Presiden Donald Trump menuduh kapal-kapal Venezuela masuk ke AS untuk mengedarkan narkoba.
Pemerintahan Trump bahkan meluncurkan operasi menyerang kapal-kapal yang dituduh membawa narkoba ke AS. Militer AS mengatakan setidaknya 107 orang tewas dalam serangan tersebut.
Tak hanya itu, Trump menuduh Presiden Venezuela Nicolas Maduro memimpin kartel narkoba. Tuduhan itu dibantah dengan tegas oleh Maduro. Ia menyatakan Trump menuduhnya karena ingin melengserkannya dari jabatannya.

1 week ago
8





































