Pemprov DKI Jakarta menggelar perayaan Natal 2025 dengan tajuk 'Aktualisasi Nilai-Nilai Natal Tahun 2025 Pemprov DKI' di JIEXPO Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (9/1). Pada kesempatan itu, Kardinal Ignatius Suharyo memberikan pesan natalnya.
Ia menggunakan perumpamaan mengenai seseorang dari kota yang bertanya kepada gembala yang memiliki seekor kambing dan domba.
Si kambing berwarna hitam, dan domba berwarna putih. Suharyo, dalam perumpamaan itu memainkan kata-katanya.
"Yang hitam, saya beri rumput satu hari satu keranjang. Yang putih saya beri rumput 2 kali setengah keranjang," kata Suharyo.
Begitupun perbedaan yang sebenarnya sama. Seperti kambing hanya digembalakan seminggu sekali, sementara domba digembalakan 7 hari sekali.
Dalam perumpamaan, orang kota itu marah. Ia melihat gembala yang punya kambing dan domba itu membeda-bedakan.
"Kawan, kenapa anda selalu membedakan kambing hitam putih? Sebenernya ini milik siapa?" tanya orang kota. Tanya lagi gembala, "yang mana?" "Yang hitam." "Yang hitam itu milik saya. Yang putih kepunyaan saya," kata Suharyo mengakhiri perumpamaanya.
Lalu, ia menjelaskan arti perumpamaan itu.
"Inilah pesan kita semua. Allah itu mempersatukan, tetapi manusia memisah-misahkan. Maka dari itu ketika pemerintah menjabat untuk terus persatuan, persaudaraan, persamaan, kita membiarkan diri kita dikuasai Allah, karena itu kita akan terus berusaha untuk mempersatukan dan kebersamaan," tutup Suharyo.
Acara Natal itu dihadiri oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno. Hadir pula Menteri Agama Nasaruddin Umar.

1 day ago
2





































