Tikus Astronaut China Melahirkan Usai Jalani Misi Antariksa

22 hours ago 6
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online
Ilustrasi Tikus dan Keju. Foto: Shutterstock

Sebuah kisah unik datang dari luar angkasa. Seekor tikus betina yang menjadi bagian dari tim elite misi antariksa China berhasil membuktikan bahwa karier dan keibuan bisa berjalan beriringan.

Tikus tersebut baru saja menyelesaikan dua pekan misi di lingkungan mikrogravitasi di atas pesawat luar angkasa Shenzhou-21 dan stasiun luar angkasa Tiangong. Tak lama setelah kembali ke Bumi, ia melahirkan sembilan anak. Meski tiga di antaranya mati tak lama kemudian, para peneliti menilai angka tersebut masih tergolong normal bagi spesies tikus yang dikenal memiliki jumlah kelahiran besar. Hasil ini semakin menakjubkan karena selama misi, para tikus sempat mengalami gangguan pasokan makanan.

Manusia telah sejak lama mengirim hewan ke luar angkasa. Sebelum anjing jalanan bernama Laika diluncurkan Uni Soviet, tak ada yang tahu apakah di luar atmosfer terdapat ancaman yang bisa menyebabkan kematian seketika.

Bahkan setelah astronaut menghabiskan berbulan-bulan di orbit Bumi rendah, berbagai hewan kecil tetap dikirim ke luar angkasa untuk riset. Salah satu pertanyaan besar yang hingga kini belum terjawab sepenuhnya adalah, apakah perjalanan antariksa berisiko bagi reproduksi makhluk hidup, terutama jika manusia suatu hari ingin menetap di Bulan atau Mars?

Untuk menjawab pertanyaan itu, Chinese Academy of Sciences (CAS) mengirim empat ekor tikus ke luar angkasa dan mencoba melihat apakah mereka tetap mampu bereproduksi setelah misi.

“Misi ini menunjukkan bahwa perjalanan antariksa jangka pendek tidak mengganggu kemampuan reproduksi tikus,” kata Profesor Wang Hongmei dari CAS sebagaimana dikutip IFLScience. “Misi ini juga menyediakan sampel yang sangat berharga untuk meneliti bagaimana lingkungan luar angkasa memengaruhi tahap awal perkembangan mamalia.”

Keempat tikus astronaut tersebut diluncurkan pada 31 Oktober 2025 dan kembali ke Bumi pada 14 November 2025. Masa kehamilan tikus berkisar 19 hingga 21 hari, dan anak-anak tikus itu lahir pada 10 Desember 2025. Anak yang bertahan hingga Natal dinyatakan sehat dan menyusu secara normal.

Layaknya astronaut manusia, tikus-tikus ini tidak dipilih sembarangan. CAS melakukan berbagai tes kebugaran, keseimbangan, ketahanan terhadap mabuk perjalanan, hingga uji ketekunan menghadapi rintangan sebelum memasukkan mereka ke dalam misi.

Sebelumnya, CAS juga merilis video yang memperlihatkan tikus-tikus tersebut tampak aktif dan beradaptasi dengan baik di dalam kandang. Untuk mengatasi masalah rambut dan kotoran tikus yang bisa melayang di kondisi mikrogravitasi, kandang dirancang dengan aliran udara khusus yang mengarahkan partikel ke permukaan lengket di bagian bawah.

Pemantauan kesehatan induk dan anak-anaknya masih terus dilakukan untuk melihat apakah ada dampak jangka panjang dari perjalanan tersebut. Siklus hidup tikus yang pendek membuat dua pekan di luar angkasa setara dengan lebih dari satu tahun misi antariksa bagi manusia.

Meski begitu, para ilmuwan mengakui penelitian ini belum menjawab seluruh kekhawatiran soal dampak antariksa terhadap kesuburan betina. Sang induk tidak hamil maupun melahirkan di kondisi mikrogravitasi. Ia juga tidak melewati sabuk radiasi Van Allen, sehingga tetap terlindung dari paparan radiasi tertinggi.

Penampakan Bumi dari Stasiun Ruang Angkasa Foto: NASA

Tekanan tambahan muncul ketika sampah antariksa menunda kepulangan mereka yang semula direncanakan menggunakan Shenzhou-20. Akibatnya, stok makanan tikus menipis. Sebagai solusi darurat, susu kedelai milik para taikonaut dinilai sebagai suplemen paling aman untuk mereka.

Reproduksi Manusia dan Antariksa

Sejak 1964, dunia sebenarnya sudah tahu bahwa penerbangan luar angkasa tidak mematikan kesuburan. Valentina Tereshkova, perempuan pertama di luar angkasa, melahirkan anak kurang dari setahun setelah misinya bersama kosmonaut Andriyan Nikolayev. Namun, misi s...

Read Entire Article