Sejumlah pelajar mengucapkan ikrar janji saat apel pengarahan di Balai Kota Jakarta, Rabu (3/4/2024). Pemerintah Provinsi Jakarta dan Polda Metro Jaya menggelar apel pengarahan kepada anak-anak yang diamankan saat melakukan konvoi sambil membawa bendera dan petasan, serta diduga berniat melakukan tawuran antarkelompok.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sejumlah aksi tawuran terjadi di wilayah Jakarta beberapa hari terakhir pada awal tahun 2026. Aksi tawuran yang terjadi di jalan raya itu otomatis membuat pengguna jalan terganggu.
Staf Khusus Gubernur Jakarta Bidang Komunikasi Publik, Chico Hakim, mengatakan pihaknya sudah melakukan upaya untuk mencegah terjadinya tawuran. Salah satunya adalah dengan membentuk Satuan Tugas (Satgas) Jaga Jakarta.
"Sejak November 2025 lalu, Pak Gubernur telah membentuk dan meresmikan Satgas Jaga Jakarta yang secara khusus menangani isu kerawanan sosial seperti tawuran, konflik antarwarga, hingga kriminalitas," kata dia saat dikonfirmasi Republika, Ahad (4/1/2026).
Menurut dia, satgas itu dibentuk dengan melibatkan kolaborasi lintas elemen, yaitu TNI, tokoh masyarakat, dan warga. Satgas itu akan melakukan pendekatan humanis untuk mencegah terjadinya tawuran, seperti informasi dini, koordinasi cepat, dan tindakan terukur.
Chico mengakui, keberadaan satgas itu belum bisa sepenuhnya menghilangkan fenomena tawuran di Jakarta. Pasalnya, tidak bisa fenomena itu dihilangkan secara instan.
"Tidak ada solusi instan, tapi dengan kolaborasi semua pihak, insya Allah bisa kita capai bersama," kata dia.
Ia mengatakan, satgas itu akan menjadi garda terdepan dalam penanganan aksi tawuran, terutama di wilayah rawan seperti Manggarai. Menurut dia, satgas akan terus melakukan monitoring dan pencegahan, termasuk program aduan JagaJakarta yang bisa diakses warga untuk lapor potensi gesekan.
"Kami targetkan kawasan Manggarai dan wilayah rawan lain bisa zero tawuran di tahun 2026 ini," ujar Chico.

1 week ago
7





































