Paris, London siap kirim pasukan ke Ukraina tanpa mandat PBB, UE

1 week ago 20
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

Moskow (ANTARA) - Prancis dan Inggris siap mengirim pasukan mereka untuk memantau kemungkinan gencatan senjata di Ukraina bahkan tanpa mandat PBB atau Uni Eropa (UE), menurut laporan surat kabar Welt, mengutip sumber diplomatik Uni Eropa.

Paris dan London siap memberikan apa yang disebut jaminan keamanan yang kuat, dan bahwa kedua negara itu juga tidak mengesampingkan kemungkinan terlibat dalam bentrokan bersenjata jika diperlukan, menurut laporan tersebut, Rabu.

Pada saat yang sama, Uni Eropa, dengan partisipasi utama para ahli dari Prancis dan Inggris, telah menyiapkan rencana untuk mengirim hingga 15.000 pasukan Uni Eropa dan NATO ke Ukraina sebagai bagian dari koalisi negara-negara yang bersedia untuk bertindak sebagai kekuatan pencegah setelah gencatan senjata tersebut, menurut Welt.

Laporan itu menyebutkan bahwa pemantauan terhadap gencatan senjata dari udara dan laut diperkirakan akan dilakukan dari wilayah negara-negara tetangga Ukraina. Secara khusus, Turki dapat melakukan pengawasan di wilayah Laut Hitam.

Sejak musim semi ini, Prancis, sebagai ketua bersama koalisi negara-negara yang bersedia, telah berupaya menengahi pengerahan kontingen "pencegahan" multinasional ke Ukraina.

Pada September, Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan bahwa 26 negara berkomitmen untuk bergabung dalam pengerahan tersebut setelah gencatan senjata tercapai di Ukraina.

Pada 2024, Dinas Intelijen Luar Negeri Rusia (SVR) mengatakan bahwa Barat berencana untuk mengerahkan apa yang disebut kontingen penjaga perdamaian yang berjumlah sekitar 100.000 orang di Ukraina guna memulihkan kemampuan tempurnya. SVR menyebut skenario itu sebagai pendudukan de facto terhadap Ukraina.

Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan tidak ada gunanya kehadiran personel militer asing di Ukraina setelah perjanjian damai dilakukan secara berkelanjutan.

Pemimpin Rusia itu juga menekankan bahwa Rusia akan menganggap kehadiran setiap pasukan di wilayah Ukraina sebagai sasaran yang sah.

Sumber: Sputnik-OANA

Baca juga: Ukraina harapkan dukungan Barat untuk menopang 800.000 orang tentara

Baca juga: Pemimpin Eropa tak percayai Trump, minta Zelenskyy waspada saat dialog

Penerjemah: Katriana
Editor: Primayanti
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article