Jakarta (ANTARA) - Guru besar hukum internasional Universitas Indonesia Hikmahanto Juwana memandang langkah Indonesia menyerukan dialog dan langkah-langkah damai menyusul serangan Amerika Serikat ke Venezuela sudah tepat.
Menurut Hikmahanto, saat dihubungi di Jakarta, Senin, posisi Indonesia tersebut sesuai dengan Pasal 2 Ayat 3 Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang mengamanahkan “penyelesaian sengketa internasional dengan jalan damai”.
“Posisi RI tidak mengutuk AS seperti negara-negara Amerika Latin serta Rusia dan China. Namun, posisi ini juga tidak membenarkan tindakan AS,” kata pakar hukum internasional itu.
Hikmahanto menjelaskan bahwa posisi demikian adalah selaras dengan semangat politik luar negeri (polugri) bebas aktif yang mengedepankan penyelesaian damai. Ia pun menyoroti potensi Indonesia berperan sebagai mediator untuk meredakan konflik antara AS dan Venezuela.
“Hal ini sesuai dengan polugri Indonesia di bawah Presiden Prabowo Subianto yang menginginkan keterlibatan Indonesia terhadap berbagai masalah internasional, termasuk sengketa antarnegara,” ucap dia.
Posisi Indonesia tersebut memungkinkan Presiden Prabowo melakukan diplomasi “ulang-alik” ke semua negara bertikai, termasuk negara-negara yang berada di belakang pihak bertikai.
Ia pun menggarisbawahi posisi Indonesia tersebut sangat dibutuhkan masyarakat dunia yang kini terbelah antara mengutuk serta-merta tindakan AS dengan yang membenarkan aksi Washington itu.
Peran perwakilan RI
Lebih lanjut, Hikmahanto menyampaikan bahwa semua perwakilan Indonesia di dunia, terlebih Venezuela dan Amerika Serikat, seyogianya menyampaikan laporan ke Jakarta terkait posisi dari pemerintah negara penempatan mereka.
Hal tersebut, kata dia, penting supaya Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI dapat merumuskan kebijakan yang tepat untuk menyikapi isu tersebut serta menentukan peran yang dapat diambil Presiden Prabowo untuk mendukung deeskalasi antara AS dan Venezuela.
Dalam merespons serangan berskala besar AS ke Venezuela dan tertangkapnya Presiden Nicolas Maduro beserta istri pada Sabtu (3/1) dini hari, Indonesia mendorong semua pihak untuk mengutamakan langkah perdamaian.
“Indonesia menyerukan kepada seluruh pihak terkait untuk mengedepankan penyelesaian secara damai melalui langkah-langkah de-eskalasi dan dialog,” demikian pernyataan tertulis pemerintah Indonesia melalui Kemlu RI di media sosial X.
Kemudian pada Senin, Kemlu RI mengungkapkan keprihatinan Indonesia bahwa langkah Amerika Serikat menyerang Venezuela berisiko menjadi preseden yang sangat buruk dan berbahaya dalam penerapan hubungan internasional.
Baca juga: KBRI: Situasi Caracas mulai kondusif usai serangan AS, 37 WNI aman
Baca juga: Korban serangan AS di Venezuela: Rumah hancur, tak bisa kubur keluarga
Pewarta: Nabil Ihsan
Editor: M Razi Rahman
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

6 days ago
10





































