Washington (ANTARA) - Operasi AS di Venezuela telah direncanakan dan dilatih selama berbulan-bulan, kata Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Dan Caine pada Sabtu.
"Operasi ini, yang dikenal sebagai Operasi Absolute Resolve, dilakukan secara diam-diam, tepat sasaran, dan dilaksanakan pada saat-saat paling gelap pada 2 Januari," kata Caine dalam sebuah pengarahan.
"Ini merupakan puncak dari perencanaan dan latihan selama berbulan-bulan; sebuah operasi yang terus terang hanya dapat dilakukan oleh militer AS," imbuhnya.
Dia menambahkan bahwa selalu ada kemungkinan pasukan AS akan ditugaskan untuk melakukan misi semacam itu lagi.
Pada Sabtu, Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa AS telah melancarkan serangan besar-besaran terhadap Venezuela, dan Presiden Venezuela Nicolas Maduro serta istrinya, Cilia Flores, ditangkap dan dibawa keluar negeri.
Sejumlah media memberitakan adanya ledakan di Caracas dan mengklaim bahwa operasi tersebut dilakukan oleh anggota unit elite Delta Force.
Sumber: Sputnik-OANA
Baca juga: Pesawat AS lepas landas dari 20 pangkalan dalam serangan di Venezuela
Baca juga: Kepala Pentagon sebut AS kini kendalikan masa depan Venezuela
Baca juga: Spanyol Serukan Deeskalasi di Venezuela Menyusul Serangan AS
Penerjemah: Katriana
Editor: Azis Kurmala
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

1 week ago
7





































