Negara yang Terlalu Rumit untuk Dipahami

1 week ago 19
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

Salah satu paradoks terbesar komunikasi pemerintah hari ini adalah ini: negara berbicara semakin sering, tetapi tidak selalu semakin dipahami. Di tengah banjir informasi, publik justru kerap merasa jauh dari kebijakan yang secara langsung memengaruhi hidup mereka.

Akar persoalannya sering kali bukan pada niat, melainkan pada bahasa. Bahasa teknokratis yang lahir dari ruang birokrasi dibawa begitu saja ke ruang publik yang memiliki logika berbeda.

Ketika dua dunia ini bertemu tanpa penerjemah, kebijakan kehilangan makna.

Bahasa Teknis yang Tidak Pernah Turun ke Bumi

Birokrasi hidup dari ketepatan istilah. Setiap kata memiliki konsekuensi administratif dan hukum. Namun, ketepatan yang sama sering kali berubah menjadi penghalang ketika bahasa itu keluar dari ruang internal.

Istilah seperti realokasi, penyesuaian regulasi, optimalisasi anggaran, atau konsolidasi kebijakan mungkin jelas bagi aparatur negara, tetapi terdengar asing bagi sebagian besar warga. Ketika istilah-istilah ini disampaikan tanpa konteks dan narasi, publik merasa kebijakan itu bukan miliknya.

Di sinilah jarak mulai terbentuk. Negara berbicara dalam bahasa sistem, sementara warga hidup dalam bahasa pengalaman.

Kebijakan yang Tidak Pernah Diceritakan

Pemerintah kerap rajin menyampaikan apa yang dilakukan, tetapi lupa menceritakan mengapa dan untuk siapa. Informasi disajikan sebagai daftar kegiatan, bukan sebagai cerita perubahan.

Padahal, publik tidak hanya ingin tahu apa yang dikerjakan negara, tetapi ingin memahami dampaknya pada kehidupan sehari-hari. Tanpa narasi, kebijakan terasa seperti laporan internal yang dipublikasikan secara paksa.

Bahasa naratif bukan berarti menyederhanakan secara berlebihan, melainkan menjembatani kebijakan dengan realitas sosial.

Masuknya pemerintah ke media sosial adalah keniscayaan. Namun, media sosial memiliki karakter yang berbeda dari siaran pers atau konferensi pers.

Ia cepat, visual, personal, dan dialogis. Sayangnya, banyak akun resmi pemerintah masih menggunakan bahasa satu arah yang kaku. Media sosial diperlakukan seperti papan pengumuman digital, bukan ruang percakapan.

Akibatnya, pesan mudah diabaikan atau disalahpahami.

Jebakan Bahasa Terlalu Santai

Di sisi lain, ada pula upaya untuk menjadi relevan dengan gaya anak muda. Bahasa dibuat terlalu santai, penuh slang, bahkan bercanda.

Masalah muncul ketika gaya ini digunakan untuk menjelaskan kebijakan serius atau situasi krisis. Alih-alih terasa dekat, negara justru dianggap tidak peka.

Wibawa institusi bukan berarti kaku, tetapi ia juga tidak boleh larut dalam gaya yang mengaburkan konteks.

Masalah lain yang tak kalah penting adalah inkonsistensi bahasa antarpejabat dan antarinstansi. Satu kebijakan bisa memiliki banyak penjelasan yang berbeda, tergantung siapa yang berbicara.

Bagi publik, perbedaan ini membingungkan. Mereka tidak melihat dinamika internal, yang mereka lihat adalah negara yang tidak satu suara.

Di era media sosial, inkonsistensi semacam ini cepat memicu spekulasi dan ketidakpercayaan.