Mu’ti Ungkap Kondisi Sekolah Terdampak Bencana: Rusak Berat hingga Hilang

1 week ago 12
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti saat konferensi pers update penanganan bencana Sumatera di Graha BNPB, Matraman, Jakarta Timur, Selasa (30/12/2025). Foto: Nasywa Athifah/kumparan

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti mengungkap temuannya terkait kondisi sekolah yang terdampak banjir di Sumatera. Ada tiga kategori kondisi sekolah terdampak, yakni rusak berat, hilang, dan tidak dapat direlokasi.

“Temuan kami di lapangan ada tiga. Yang pertama memang sekolahnya sudah sama sekali tidak ada. Jadi sudah tidak ada karena memang kampungnya juga sudah tidak ada, sekolahnya otomatis tidak ada, sehingga memang harus dibangun baru,” kata Mu’ti saat konferensi pers di Graha BNPB, Matraman, Jakarta Timur, Selasa (30/12).

Temuan kedua, sekolah masih berdiri namun berada di kawasan yang tidak aman dan berisiko tinggi terhadap bencana.

“Yang kedua, sekolahnya masih ada tetapi terletak di daerah yang tidak aman. Saya menemukan itu di Agam, di Tamiang, dan beberapa di Langkat, di Sumatera Utara,” jelasnya.

Adapun temuan ketiga adalah sekolah yang kondisinya rusak berat sehingga harus dibangun ulang, meskipun tetap berada di lokasi yang sama.

“Kemudian yang ketiga memang adalah sekolah-sekolah yang kondisinya sudah sangat rusak, sehingga harus dibangun baru tetapi tetap di lokasi yang sama,” tutur Mu’ti.

Mu’ti mencontohkan kondisi sekolah di Langkat yang kerap terdampak banjir meski tidak sedang terjadi bencana besar. Menurutnya, sekolah itu perlu direlokasi.

“Misalnya di Langkat itu, SD yang saya kunjungi itu walaupun tidak ada musibah, sekolah tersebut selalu banjir. Karena posisi sekolah lebih rendah daripada posisi jalan, sehingga selalu banjir dan tidak ada drainase di situ,” jelasnya.

Ia menegaskan, relokasi sekolah membutuhkan waktu karena melibatkan pencarian lahan baru.

“Nah terkait dengan hal ini, kalau harus relokasi, memang ini akan melibatkan pemerintah daerah karena harus mencari lahan baru. Yang ini memang ada dua otoritas,” kata Mu’ti.

“Untuk tingkat SLTA, SMA, SMK, dan Sekolah Luar Biasa, itu oleh pemerintah provinsi. Kemudian untuk TK, SD, dan SMP, otoritasnya oleh pemerintah kabupaten/kota,” sambung dia.

Menurutnya, proses relokasi inilah yang menjadi salah satu alasan perencanaan kurikulum pemulihan dilakukan bertahap.

“Nah proses relokasi ini yang memang perlu waktu lama karena harus mencari lahannya dulu, kemudian baru dibangun sekolah baru. Nah itu tadi kenapa kemudian kami merancang kurikulumnya ada yang untuk 1 sampai 3 tahun,” ujar Mu’ti.

“Karena memang ini akan sangat bervariasi tergantung dari kesiapan masing-masing daerah,” tandasnya.

Petakan Ulang Kawasan Terdampak Bencana untuk Pemulihan

Sementara itu, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menyampaikan, asesmen tidak hanya dilakukan terhadap sekolah, tetapi juga seluruh kawasan terdampak bencana.

“Dari aspek mitigasi bencananya, tidak hanya sekolah yang kita asesmen. Saat ini kita memetakan ulang keseluruhan daerah terdampak dan nantinya di titik-titik tertentu untuk faskes (fasilitas kesehatan), fasdik (fasilitas pendidikan), serta fasum-fasos (fasilitas umum dan sosial) akan kita tinjau ulang,” jelas Abdul.