Insentif TKDN Bisa Dongkrak Industri Otomotif Nasional, GDP hingga Tenaga Kerja

3 hours ago 3
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online
Sejumlah mobil parkir di pabrik otomotif di Bojongmangu, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Rabu (23/8/2023) Foto: ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah

Peneliti Senior dari LPEM FEB UI Riyanto mengusulkan strategi penguatan industri otomotif dengan kebijakan yang dirancang bukan hanya mampu merangsang pasar tapi juga memperkuat rantai pasok dalam negeri, menciptakan lapangan kerja, dan memberikan dampak nyata pada ekonomi nasional.

Ini ia kemukakan dalam riset terbaru yang menunjukkan bahwa insentif berbasis Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) justru memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar dibandingkan insentif yang hanya berfokus pada kendaraan listrik berbasis baterai (BEV).

Dalam risetnya, ia mencontohkan insentif tambahan untuk kendaraan hybrid berbasis TKDN mampu meningkatkan produk domestik bruto (GDP) hingga Rp 21 triliun pada 2030 dan menciptakan hingga 28 ribu lapangan kerja baru.

Di sisi lain, penurunan penerimaan pajak akibat insentif tersebut relatif kecil dibandingkan manfaat ekonomi yang dihasilkan.

“Pengorbanan pajak pemerintah dengan manfaat ekonomi yang kita peroleh bisa lebih tinggi,” kata Riyanto.

Bukan cuma itu, insentif TKDN juga memperkuat industri nasional melalui peningkatan permintaan komponen lokal, termasuk baterai berbasis nikel.

Riyanto menjelaskan bahwa peningkatan pasar hybrid berbasis TKDN akan mendorong lokalisasi baterai dan permintaan bahan baku, sehingga memperkuat rantai industri dari hulu hingga hilir.

“Ini berdampak pada lokalisasi baterai akibat penggunaan pasar HEV yang lebih tinggi,” ujar Riyanto.

Salah satu kekhawatiran selama ini adalah insentif hybrid dianggap dapat menghambat pertumbuhan BEV. Namun riset menunjukkan hal sebaliknya.

Pemberian insentif hybrid tidak menurunkan minat terhadap BEV secara signifikan. Sebagian besar pergeseran justru datang dari pengguna mobil bensin konvensional.

"Jadi sebenarnya bisa jalan bareng bersama-sama. Jadi HEV-nya tetap nambah tapi pada saat bersamaan juga BEV masih tetap tumbuh," katanya.

Lebih lanjut, riset yang dilakukan LP3EM UI ini juga menyimpulkan bahwa kebijakan elektrifikasi seharusnya tidak bersifat satu arah dan isentif berbasis TKDN dinilai menjadi jalan tengah untuk memperkuat industri nasional, merangsang pertumbuhan ekonomi dan lapangan kerja, serta menurunkan emisi secara realistis.

Riyanto menegaskan, kebijakan elektrifikasi seharusnya tidak hanya berorientasi pada teknologi, tetapi juga mempertimbangkan keberlanjutan industri nasional dan dampak ekonomi.

Riyanto menyebut, kebijakan ideal yang bisa diimplementasikan adalah melanjutkan kembali kerangka PP73/PP74, namun dengan penyesuai dengan penyertaan tambahan insentif lokasisasi agar pasar tidak didominiasi kendaraan impor.

Read Entire Article