ICJ Memulai Sidang Kasus Genosida Myanmar terhadap Etnis Rohingya

3 hours ago 3
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

Suasana pengadilan internasional (ICJ) kasus Rohingya di Den Haag, Belanda, Rabu (11/12). Pengacara Kanada William Schabas dikritik karena membela Myanmar di pengadilan.

REPUBLIKA.CO.ID, DOHA — Pengadilan Internasional (ICJ) bersiap membuka sidang bersejarah yang menyeret Junta Militer Myanmar atas kebijakan genosida terhadap minoritas Muslim Rohingya.

Sidang pada Senin (12/1/2026) ini merupakan kasus genosida pertama yang ditangani secara penuh oleh ICJ dalam lebih dari satu dekade. Putusan pengadilan akan berdampak luas tak hanya sebatas di Myanmar.

Putusan tersebut diprediksi akan menjadi jurisprudensi sehingga mempengaruhi pengajuan gugatan Afrika Selatan terhadap Israel terkait genosida di Gaza. Sidang akan dimulai pukul 09.00 GMT pada Senin dan berlangsung selama tiga pekan.

Gambia mengajukan kasus ini ke ICJ pada 2019, dua tahun setelah militer Myanmar melancarkan aksi penyerangan yang mengakibatkan sekitar 750.000 orang Rohingya mengungsi ke Bangladesh. Para pengungsi menceritakan pembunuhan massal, pemerkosaan, dan pembakaran permukiman.

Misi pencarian fakta PBB kala itu menyimpulkan bahwa penyerangan pada 2017 mencakup “tindakan genosida”. Meski demikian, otoritas Myanmar menolak laporan tersebut. Mereka operasi militer mereka sebagai kampanye kontra-terorisme yang sah sebagai respons terhadap serangan kelompok bersenjata Rohingya, seperti dikutip dari Al Jazeera.

Tuntutan keadilan

Di Cox’s Bazar, Bangladesh, pengungsi Rohingya menyatakan harapan mereka agar sidang ini membawa keadilan.“Kami ingin keadilan dan perdamaian,” kata Janifa Begum (37), ibu dua anak.

“Perempuan kami kehilangan martabat saat junta militer melancarkan pengusiran. Mereka membakar desa, membunuh laki-laki, dan perempuan menjadi korban kekerasan luas.”

Wai Wai Nu, Ketua Women’s Peace Network Myanmar, mengatakan sidang ini memberikan harapan baru bagi Rohingya. "Penderitaan puluhan tahun kami mungkin akhirnya berakhir”.

Read Entire Article