MK Tangani 263 Gugatan UU Sepanjang 2025: 33 Dikabulkan, 183 Kandas

4 days ago 17
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online
Gedung Mahkamah Konstitusi. Foto: Shutterstock

Mahkamah Konstitusi (MK) menangani 701 permohonan perkara sepanjang periode 2025. Jumlah tersebut terbagi menjadi 366 permohonan pengujian undang-undang (PUU); 334 perselisihan hasil pemilihan umum kepala daerah; dan satu perkara sengketa kewenangan lembaga negara.

"Penanganan permohonan Pengujian Undang-Undang pada tahun 2025 ini mencatatkan jumlah tertinggi dalam sejarah Mahkamah Konstitusi,” kata Ketua MK Suhartoyo dalam sidang pleno pembukaan masa sidang MK 2026 di Ruang Sidang Utama MK, Jakarta, pada Rabu (7/1).

Suhartoyo memaparkan sepanjang tahun 2025, MK telah memutus 263 permohonan Pengujian Undang-Undang. Angka 183 permohonan yang tidak berhasil tersebut merupakan gabungan dari putusan yang ditolak dan putusan yang dinyatakan tidak dapat diterima. Sisanya, sebanyak 40 permohonan, hanya dikeluarkan penetapan.

"Jika dirinci lebih lanjut, putusan Pengujian Undang-Undang pada tahun 2025 berdasarkan amarnya yakni: 33 dikabulkan, 87 ditolak, 96 dinyatakan tidak dapat diterima," ujar Suhartoyo dalam pidatonya.

Meskipun begitu, Suhartoyo menyebutkan MK justru mencatatkan peningkatan kecepatan dalam penyelesaian perkara. Rata-rata waktu penyelesaian PUU pada tahun 2025 adalah 69 hari kerja, lebih cepat dibandingkan tahun 2024 yang memakan waktu rata-rata 71 hari kerja.

Dari 33 gugatan yang dikabulkan, terdapat sejumlah putusan penting yang berdampak besar bagi ketatanegaraan dan masyarakat. Beberapa di antaranya adalah penghapusan ambang batas pencalonan Presiden (Presidential Threshold), jaminan pendidikan dasar gratis untuk sekolah negeri dan swasta, serta pemisahan pemilu nasional dan lokal mulai 2029.

"Mahkamah Konstitusi senantiasa berikhtiar agar putusan yang dihasilkan tidak hanya menjawab persoalan normatif, tetapi juga berorientasi pada pencapaian keadilan, kepastian hukum, dan kemanfaatan," pungkasnya.

Sidang pleno ini dipimpin langsung oleh Suhartoyo sebagai Ketua MK, lalu Saldi Isra selaku Wakil Ketua, lalu hadir pula Hakim Konstitusi Ridwan Mansyur, Hakim Konstitusi Daniel Yusmic, Hakim Konstitusi Arief Hidayat, Hakim Konstitusi Enny Nurbaningsih, Hakim Konstitusi Guntur Hamzah, dan Hakim Konstitusi Arsul Sani. Sementara Hakim Konstitusi Anwar Usman tidak hadir.

Read Entire Article