Merayakan Liburan di Tengah Ekonomi Sulit

1 week ago 34
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online
Ilustrasi Taman Kota di Jakarta. Sumber: Unplash/Andrea Cau.

Yang teramat manis begitu romantis

Jangan kau tinggalkan waktu mereka". (Iwan Fals, "Libur Kecil Kaum Kusam", 1987).

Lirik itu nyanyian lama, namun bunyinya masih bergaung dalam ingatan: tentang libur kecil kaum kusam. Ia bukan nyanyian yang berteriak, melainkan berdoa. Sebuah permohonan kepada waktu untuk berhenti sejenak, merangkul mereka yang hidupnya jauh dari kata liburan dan wisata karena masalah ekonomi.

Bagi orang-orang, liburan adalah kemewahan. Ia seperti susunan tangga ke langit: indah dari jauh, namun licin dan mahal untuk dipijak. Ia seolah disediakan kepada mereka yang hidupnya longgar, yang isi dompetnya tidak pernah sesak oleh tanggal tua.

Namun, apa jadinya liburan jika keadaan ekonomi juga sulit? Harga bahan pokok naik tanpa permisi, sementara pekerjaan tidak selalu menjanjikan tentang hari esok. Di sini, kata liburan nampak seperti “dosa kecil”. Apakah sebaiknya harus ditunda, disembunyikan, atau dilupakan? Dengan keadaan seperti ini, pada akhirnya kita diajak untuk belajar berhitung dengan kepala dingin, memotong sesuatu yang tidak mendesak dan menyingkirkan sesuatu yang selalu dianggap bukan prioritas.

Ketika liburan disingkirkan, yang sebenarnya dihapus bukanlah perjalanan, melainkan jeda. Manusia hidup bukan sekadar untuk bertahan, tetapi juga soal bernapas. Tanpa jeda, hari-hari seseorang hanya sekadar rangkaian kewajiban tidak bermakna.

Kita kadang lupa, bahwa kelelahan yang dialami oleh manusia itu bukan hanya perkara tubuh, tetapi juga perkara jiwa. Jika jiwa manusia dipaksa untuk terus bekerja, ia akan menjadi bisu. Ia tidak lagi mampu bersyukur, apalagi berharap. Inilah mengapa liburan itu bukan semata-mata agenda, tetapi sebuah kebutuhan yang tidak bisa dihilangkan bagi seseorang.

Menurut Maslow, kebutuhan manusia itu tidak hanya berhenti pada aspek fisiologi dan keamanan, tetapi juga mencakup kebutuhan akan rasa memiliki, penghargaan diri, dan aktualisasi (Abraham Maslow, 1943). Liburan, dalam konteks ini, bukan semata-mata konsumsi rekreasi, melainkan salah satu sarana pemulihan psikologis dan penguatan relasi sosial.

Liburan adalah cara sederhana untuk mengangkat kembali makna eksistensi kita. Bukan roda yang harus terus berputar untuk menjalankan mesin perekonomian. Liburan adalah sebuah kebutuhan fungsional, bukan sekadar kemewahan simbolik. Ia adalah proses untuk melatih kebebasan seseorang dari padatnya rutinitas, peran, juga tuntutan.

Di tengah keadaan ekonomi juga yang sulit, kita diajarkan untuk memaknai liburan dengan cara mencintai sesuatu yang dekat. Konsep liburan ini disebut microtourism. Yaitu, liburan dengan perjalanan kecil, jarak pendek, dan biaya ringan. Ini menunjukkan bahwa melaksanakan liburan itu tidak harus jauh dari rumah. Ia bisa dilakukan di taman-taman kota, di desa yang sering kita lewati, bahkan di sungai-sungai yang selama ini hanya terdengar suaranya saja.

Microtourism itu tidak memamerkan status. Ia merendah. Ia bersahabat. Ia juga bisa memberikan napas bagi kehidupan ekonomi lokal. Di sana, liburan tidak menjelaskan simbol tentang siapa kita, melainkan bagaimana cara kita untuk hadir, dan bisa merayakannya.

Ironisnya ketika liburan itu perlu dirayakan, mereka yang hidup paling dekat dengan kelelahan justru paling jauh dari agenda liburan. Para buruh harian, pekerja informal, dan keluarga yang hidup dari pendapatan harian, mereka sebenarnya adalah orang yang paling membutuhkan jeda eksistensial ini. Seolah waktu tidak pernah memberi izin kepada mereka untuk berhenti lelah.

Meskipun begitu, mereka tidak menyerah. Mereka tetap mencari celah agar tetap bisa merayakan waktu liburan di sela-sela waktu yang tak mengizinkan. Mereka mengisi waktu dengan sekadar duduk-duduk di taman kota dan menonton anak-anak mereka berlarian. Momen yang dirayakan dengan cara yang sederhana, tanpa harus mengeluarkan banyak biaya. Cara ini adalah langkah yang paling jujur untuk memaknai liburan versi mereka.

Mereka tidak harus membeli tiket pesawat atau memesan kamar hotel. Yang paling penting, mereka bisa mengisi waktu bersama, dengan tawa anak-anak, tanpa harus mengorbankan pengeluaran ekonomi yang berlebihan.

Liburan Sebagai Doa Kecil

Meski keadaan ekonomi yang sulit ini tengah mengimpit, makna liburan tidak boleh mati; ia justru menantang kita untuk menafsirkannya kembali. Liburan tidak selalu dimaknai dengan pergi jalan-jalan ke tempat yang jauh, tetapi soal tentang pulang—pulang kepada diri sendiri, kepada sesama, kepada kehidupan yang sering ...

Read Entire Article