Tokyo (ANTARA) - Para menteri luar negeri negara-negara Kelompok Tujuh (G7), dalam pembicaraan telepon pada Rabu, sepakat untuk bekerja sama secara erat terkait situasi di Venezuela dan isu-isu internasional lainnya, kata Kementerian Luar Negeri Jepang.
Selama konferensi telepon berdurasi 45 menit tersebut, Amerika Serikat (AS) memberikan pengarahan kepada para mitranya mengenai situasi dan prospek terkini di Venezuela, menyusul serangan militer AS pada akhir pekan lalu terhadap negara Amerika Selatan itu serta penangkapan Presiden Nicolas Maduro.
Menteri Luar Negeri Jepang Toshimitsu Motegi menekankan pentingnya pemulihan demokrasi di Venezuela tanpa penundaan, serta menegaskan sikap konsisten Tokyo dalam menjunjung nilai dan prinsip dasar kebebasan, demokrasi, dan supremasi hukum, sebut pernyataan Kemlu Jepang itu.
Terkait perang Rusia di Ukraina, Motegi mengatakan Jepang akan terus bekerja sama dengan masyarakat internasional untuk mencapai perdamaian yang adil dan berkelanjutan bagi Ukraina.
Kerangka kerja G7 mencakup Amerika Serikat, Inggris, Kanada, Prancis, Jerman, Italia, serta Uni Eropa.
Sumber: Kyodo-OANA
Baca juga: Wapres AS: Kendali energi global jadi dasar operasi di Venezuela
Baca juga: Rusia dukung Venezuela lindungi kedaulatannya
Penerjemah: Katriana
Editor: Rahmad Nasution
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

4 days ago
19





































