Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan, pemerintah memasuki tahap paling berat dalam penanganan dampak bencana banjir bandang dan longsor di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat,
Menurutnya, pemulihan layanan kesehatan hingga kembali ke kondisi normal membutuhkan waktu lama. Tahap ini dimulai awal Januari 2026 dan ditargetkan rampung akhir Maret.
“Nah, sejak minggu pertama Januari, begitu sudah tahap dua selesai, kita masuk ke tahap tiga, sekarang adalah memulihkan kembali ke kondisi normal. Ini yang paling berat karena alat-alatnya benar dipastikan beroperasi,” kata Budi saat konferensi pers di Graha BNPB, Jakarta Timur, Rabu (7/1).
Menurut Budi, tantangan terbesar dalam tahap ini adalah memastikan seluruh peralatan medis dan pendukung layanan kesehatan dapat kembali berfungsi optimal.
“Alat rumah sakit mahal-mahal, puskesmas itu komputernya hilang semua. Satu puskesmas ada punya 10, ada yang punya 15. Rumah sakit itu komputernya hilangnya ya ada yang punya 100, ada 150. tidurnya rusak,” jelas Budi.
Ia menegaskan, proses pemulihan saat ini difokuskan pada pengecekan menyeluruh seluruh fasilitas dan peralatan agar layanan bisa berjalan normal seperti sebelum bencana.
“Nah nanti kita bisa lihat semuanya, itu yang kita lakukan dan sekarang kita sudah memasuki tahap ketiga. Saya berdoa mudah-mudahan akhir Maret ini semua bisa pulih kembali ya,” tuturnya.
Rumah Sakit Mulai Beroperasi
Budi menjelaskan, dari total 130 rumah sakit yang terdampak bencana, sebagian besar mengalami gangguan operasional akibat kerusakan alat. Namun hanya sembilan rumah sakit yang sempat berhenti beroperasi sepenuhnya.
“Saya kasih contoh ini rumah sakit, jadi total rumah sakit 130, terdampak 87, artinya ada banjir, kena alatnya ada yang rusak. Tapi yang benar-benar berhenti operasi itu sembilan. Dalam dua minggu kita bisa selesaikan semuanya, sudah bisa menerima pasien,” jelas Budi.
Salah satu contoh pemulihan cepat terjadi di RSUD Muda Sedia, Aceh Tamiang, karena apoteknya terendam banjir.
Kini, rumah sakit tersebut sudah kembali melayani pasien, termasuk layanan cuci darah.
“Nah sekarang kondisinya ini sekitar seminggu lalu sudah seperti ini. Kemarin saya sama Pak Tito (Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian) juga datang, malah udah bisa hemodialisa cuci darah ya,” katanya.
Sementara itu, Rumah Sakit Sultan Abdul Azizsyah di Peureulak sempat terendam dan mengalami kerusakan alat yang cukup parah.

4 days ago
17





































