Menjadi Tuan di Langit Sendiri

1 week ago 28
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online
Pesawat luar angkasa robot X-37B milik militer A.S. lepas landas dalam misi ketujuh ke orbit, peluncuran pertama di atas roket SpaceX Falcon Heavy yang mampu melayang jauh lebih tinggi dari sebelumnya Kennedy Space Center di Cape Canaveral, Florida. Foto: REUTERS/Joe Skipper

Pada 24 Juni 2025, roket Falcon 9 milik SpaceX membawa misi kecil tapi bersejarah: satelit nano RIDU-Sat 1, hasil kerja sama Universitas Pertahanan RI, Berlin Nano Satellite Alliance, dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Di era digital saat ini, data telah menjadi salah satu komoditas paling berharga dan strategis. Sering disebut sebagai “emas baru” abad ke-21, data menjadi penentu di berbagai sektor dari ekonomi hingga pertahanan modern. Artinya, siapa yang menguasai data, dialah yang menguasai arah masa depan.

Pentingnya Data Geospasial

Di antara berbagai jenis data, data geospasial — informasi yang memuat lokasi dan ruang —menjadi salah satu yang paling penting. Citra satelit, peta, dan koordinat digital kini menjadi fondasi banyak keputusan: memetakan produktivitas lahan pertanian, memantau banjir dan kebakaran hutan, hingga menganalisis risiko pertahanan di wilayah perbatasan. Namun ironisnya, sebagian besar data geospasial yang digunakan di Indonesia masih bergantung pada satelit asing. Ketergantungan ini bukan sekadar persoalan teknis, melainkan menyangkut kedaulatan informasi. Ada dua risiko besar di balik ketergantungan itu.

Pertama, ketidakpastian akses. Saat bencana terjadi, kita sering mengandalkan satelit luar negeri untuk memperoleh citra wilayah terdampak. Meski ada mekanisme berbagi data internasional, ketersediaannya tidak selalu secepat kebutuhan di lapangan. Seperti contoh, pada saat banjir melanda Bali pada September 2025 silam, nyaris tidak ditemukan citra satelit yang dapat digunakan secara gratis oleh publik untuk kepentingan mitigasi.

Kedua, kerentanan geopolitik. Dalam situasi krisis atau konflik, negara penyedia data tentu akan mendahulukan kepentingannya sendiri. Akses bisa ditunda, dibatasi, bahkan ditutup sepenuhnya. Akibatnya, Indonesia berpotensi “buta di rumah sendiri” ketika menghadapi ancaman atau keadaan darurat.

Pergeseran Teknologi Geospasial ke Sektor Swasta

Selain soal ketergantungan, peta industri satelit dunia juga tengah berubah. Dahulu, peluncuran satelit dan penyediaan data citra satelit umumnya dimonopoli oleh lembaga negara (misalnya: NASA, ESA, ISRO, dll). Kini, perusahaan swasta berperan semakin dominan. Contoh nyata adalah SpaceX yang menyediakan layanan peluncuran roket dengan biaya lebih efisien, bahkan banyak digunakan berbagai negara — termasuk Indonesia — untuk mengorbitkan satelitnya. Demikian juga dalam penyediaan data citra satelit: perusahaan seperti Planet Labs, Maxar, dan Airbus telah memiliki ratusan satelit pemantau Bumi yang beroperasi secara komersial.

Planet Labs misalnya, mengoperasikan konstelasi lebih dari 200 satelit aktif yang memotret seluruh permukaan Bumi setiap hari. Citra beresolusi tinggi dari Planet, Maxar (DigitalGlobe), dan Airbus kini menjadi sumber data penting bagi sektor pertanian, kehutanan, perkotaan, hingga intelijen militer di seluruh dunia. Perusahaan tidak lagi menjual data citra mentah, melainkan analisis siap pakai: dari deteksi kapal ilegal hingga prediksi panen berbasis Artificial Intelligence (AI).

Dengan kata lain, apa yang dulu menjadi topik riset di universitas kini telah berubah menjadi produk komersial global. Perusahaan swasta memonetisasi hasil inovasi ilmiah yang dahulu dikerjakan di ranah akademik. Tanpa sumber data nasional yang mandiri, terbuka, dan berkelanjutan maka para peneliti di Indonesia hanya akan menjadi pengguna teknologi, bukan pengembangnya.

Dukungan Kebijakan dan Riset Berkelanjutan

Meski kerap dianggap tertinggal, Indonesia sebenarnya telah memiliki rekam jejak dalam pengembangan satelit mikro melalui program LAPAN seri A. Program ini menjadi tonggak awal kemampuan nasional dalam teknologi antariksa. Langkah pertama dimulai dengan LAPAN-A1, atau yang dikenal dengan nama LAPAN-TUBSAT, hasil kolaborasi an...

Read Entire Article