Mengunjungi Fort Willem I: Menyaksikan Arsitektur Benteng Terbesar Abad ke-19

3 days ago 6
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online
Penampakan Sebagian Benteng Willem I setelah direnovasi (Foto: koleksi penulis)

Libur panjang sering menjadi alasan paling masuk akal untuk menepi sejenak dari rutinitas. Di Ambarawa, menepi berarti bertemu bangunan besar yang lama diam. Benteng Fort Willem I berdiri rendah hati di cekungan tanah, tidak berteriak minta diperhatikan. Warga sekitar memanggilnya Benteng Pendem, nama yang terdengar akrab sekaligus jujur. Benteng ini seperti teman lama yang dulu sering ditemui, lalu perlahan terlupakan. Ketika gerbangnya kembali dibuka, cerita yang tersimpan ternyata masih hangat dan relevan. Sejarah di sini tidak berdiri kaku, melainkan berjalan pelan menemani pengunjung muda.

Penampakan sebagian Benteng Fort Willem I sebelum direnovasi (Foto: koleksi penulis)

Benteng Fort Willem I mulai dibangun pada tahun 1834 oleh Pemerintah Kolonial Hindia Belanda. Pembangunan ini berlangsung lama hingga rampung sekitar tahun 1853. Nama Willem I diambil dari Raja Belanda yang berkuasa saat itu. Benteng ini terletak di Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Lokasinya berada dekat RSUD dr. Gunawan Mangunkusumo dan Museum Kereta Api Ambarawa. Letaknya yang tersembunyi membuat benteng ini terasa seperti rahasia yang dijaga waktu.

Pada abad ke-19, Ambarawa memiliki posisi strategis di jalur tengah Pulau Jawa. Wilayah ini menghubungkan Semarang, Surakarta, Magelang, dan Yogyakarta. Kondisi tersebut membuat Belanda memandang Ambarawa sebagai titik penting logistik dan militer. Benteng Fort Willem I dibangun bukan sebagai benteng meriam pesisir. Fungsinya lebih sebagai barak militer dan pusat penyimpanan persediaan. Desainnya memiliki banyak jendela dan lorong panjang. Benteng ini lebih menyerupai kota kecil tertutup daripada benteng perang klasik.

Proses pembangunan benteng memakan waktu panjang dan tenaga besar. Ribuan pekerja pribumi dilibatkan dalam proyek ambisius ini. Mereka bekerja bertahun-tahun di atas tanah rawa yang lembap. Fondasi bangunan diperkuat dengan balok-balok kayu jati berukuran besar. Kayu jati itu membuat bangunan tetap kokoh hingga sekarang. Penelitian Universitas Diponegoro berjudul “Benteng Willem I Ambarawa” tahun 2016 mencatat kekuatan struktur tersebut. Benteng ini seperti kapal besar yang berlabuh permanen di daratan.

Penampakan sebagian lorong Fort Willem I sekarang (Foto: Koleksi penulis)

Setelah selesai dibangun, benteng digunakan sebagai barak KNIL Hindia Belanda. Jalur kereta api menghubungkannya dengan kota-kota penting di Jawa. Benteng ini menjadi pusat distribusi logistik militer kolonial. Ribuan prajurit pernah tinggal dan beraktivitas di dalamnya. Pada masa pendudukan Jepang, fungsi benteng berubah menjadi penjara dan kamp tahanan. Beberapa tokoh pejuang pernah ditahan di sini. Salah satunya adalah ulama pejuang Kiai Mahfud Salam. Dinding tebal benteng menyimpan banyak kisah getir.

Setelah Indonesia merdeka, fungsi benteng terus bergeser mengikuti kebutuhan negara. Sebagian area digunakan untuk kepentingan militer dan administrasi. Pada periode berikutnya, kawasan ini menjadi Lapas Kelas IIA Ambarawa. Aktivitas baru berjalan berdampingan dengan bangunan tua. Namun perhatian publik terhadap benteng perlahan memudar. Langit-langitnya dianggap rendah dan kurang nyaman. Usia bangunan membuat beberapa bagian rapuh. Benteng ini seolah menarik napas panjang dalam kesunyian.

Ada bagian-bagian yang memang dibiarkan terlihat batu bata seperti aslinya (Foto: koleksi penulis)

Padahal nilai sejarah Benteng Fort Willem I sangat besar bagi perjalanan bangsa. Benteng ini menjadi saksi kolonialisme dan perlawanan. Kawasan ini juga terkait peristiwa Palagan Ambarawa. Nama Jenderal Soedirman tercatat dalam sejarah wilayah ini. Benteng ini menyimpan jejak strategi, penderitaan, dan harapan. Setiap lorong terasa seperti menyimpan bisikan masa lalu. Bata, kayu, dan besi menjadi arsip tanpa kertas. Sejarah di sini hidup melalui ruang dan suasana.

Kesadaran untuk merawat benteng akhirnya tumbuh kembali pada era sekarang. Program revitalisasi resmi dimulai pada Desember 2024. Kementerian Pekerjaan Umum memimpin penataan kawasan bersejarah ini. Balai Penataan Bangunan serta Pemerintah Kabupaten Semarang terlibat aktif. Revitalisasi dilakukan dengan prinsip pelestarian cagar budaya. Struktur diperkuat tanpa mengubah bentuk asli bangunan. Prinsip ini dijelaskan Tri Subekso dalam Kompas.com berjudul “Revitalisasi Fort Willem I” tahun 2025. Benteng dipulihkan, bukan dipoles berlebihan.

Total anggaran revitalisasi mencapai sekitar 143 miliar rupiah. Perbaikan dilakukan pada lorong, akses jalan, dan pencahayaan. Beberapa bagian dibiarkan menampilkan bata asli. Sebagian dinding dicat putih sesuai hasil penelitian historis. Pencahayaan kuning membuat lorong terasa hangat saat sore. Benteng kini tampak terang tanpa kehilangan karakter lamanya. Wajah barunya tetap setia pada jejak masa lalu. Bangunan tua ini dirawat dengan hormat, bukan diubah identitasnya.

Benteng Pendem mulai dibuka kembali untuk umum pada No...

Read Entire Article