Menelisik Prawirotaman: 'Kampung Bule' yang Tetap Membumi di Jantung Yogyakarta

1 week ago 21
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

Yogyakarta tidak melulu soal riuhnya klakson di Malioboro atau antrean panjang di Tugu. Bergeser sedikit ke arah selatan, ada sebuah kawasan yang menawarkan ritme berbeda. Di sini, aroma kopi yang baru diseduh bercampur dengan harum sisa lilin batik, menciptakan suasana yang oleh warga lokal disebut tentrem.

Inilah Prawirotaman. Sebuah ruang pertemuan lintas budaya yang kini menjadi primadona bagi wisatawan mancanegara yang merindukan sisi personal dari Kota Gudeg.

Sejarah Prawirotaman bukanlah lembaran baru. Nama kawasan ini diambil dari keluarga bangsawan Prawirotomo, yang menerima hadiah tanah dari Keraton Yogyakarta pada abad ke-19.

Dahulu, gang-gang di sini adalah markas para prajurit pemberani yang melawan penjajah. Seiring waktu, identitasnya bergeser menjadi kampung batik yang masyhur, hingga akhirnya bertransformasi menjadi pusat penginapan bagi pelancong dunia sejak era 1990-an.

Berbeda dengan kawasan wisata yang sering kali terasa "plastik", Prawirotaman justru meruntuhkan sekat antara tamu dan tuan rumah. Di sini, hostel backpacker dan kafe-kafe estetik berdiri berdampingan langsung dengan rumah warga.

Sulisno (50), seorang pemilik warung makan rumahan yang sudah menetap selama 15 tahun, merasakan betul keunikan ini.

“Di sini rasanya lebih hidup, tapi tidak melelahkan. Kami bisa bertemu orang dari berbagai kota dan negara, tapi tetap merasakan suasana kampung. Nek jare wong Jowo iku tentrem,” ungkap Sulisno.

Rasa nyaman yang sama dirasakan oleh Anna Müller (29), wisatawan asal Jerman. Baginya, Prawirotaman memberikan kemewahan yang tidak bisa dibeli: rasa menjadi bagian dari lingkungan lokal.

"Saya merasa seperti tinggal di lingkungan lokal, bukan di area wisata yang terlalu ramai," katanya singkat.

Prawirotaman adalah bukti bahwa pariwisata tidak harus membunuh identitas. Meski lampu-lampu temaram dan musik akustik menghiasi malam, nilai-nilai kebersamaan dan toleransi khas Yogyakarta tetap menjadi fondasi utama.

Kawasan ini bukan sekadar destinasi untuk berfoto atau sekadar tempat singgah. Prawirotaman adalah potret keberhasilan Yogyakarta dalam merangkul dunia luar tanpa sedikit pun kehilangan jati dirinya.

Thalita Amanda Zeta Salsabila Mahasiswi SI Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Read Entire Article