REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto melepas Bus Esports Desa di halaman Kantor Kementerian Desa dan PDT, Kalibata, Jakarta Selatan, Kamis (8/1/2025). Pelepasan tersebut disaksikan jajaran pimpinan serta ratusan pegawai Kemendes PDT.
Yandri menjelaskan, Bus Esports Desa merupakan kendaraan khusus yang dirancang untuk mewadahi kreativitas para gamer asal desa agar dapat bermain game kompetitif secara nyaman di berbagai lokasi. Bus tersebut juga dilengkapi dengan perangkat pendukung lain, termasuk fasilitas untuk produksi konten dan podcast.
Usai dilepas, Bus Esports Desa dijadwalkan menuju Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, dengan singgah di sejumlah desa yang dilalui. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian menyambut peringatan Hari Desa Nasional 2026.
Yandri menilai, permainan gim daring memiliki potensi besar apabila diarahkan ke aktivitas yang positif dan produktif. Menurutnya, peran negara dibutuhkan agar minat generasi muda terhadap gim tidak berkembang ke arah negatif.
“Game online itu kalau diarahkan ke hal yang positif, hasilnya juga positif. Tapi kalau tidak diarahkan, bisa menjadi negatif. Karena itu negara hadir melalui Kementerian Desa, sekaligus kita rangkaikan dengan peringatan Hari Desa Nasional,” ujar Yandri.
Ia menambahkan, desa merupakan wilayah dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia. Dengan sekitar 75 ribu desa, potensi pengembangan ekonomi digital berbasis desa dinilai sangat besar jika dikelola secara serius.
“Mayoritas wilayah Indonesia itu desa. Penduduknya juga paling banyak di desa. Ini salah satu solusi untuk membuka ruang kreativitas dan ekonomi baru,” katanya.
Selain bernilai hiburan, Yandri menilai aktivitas bermain gim juga mampu mengasah kemampuan berpikir strategis dan kreativitas. Pemain gim, menurut dia, terbiasa menyusun strategi dan mengambil keputusan secara cepat untuk memenangkan permainan.
Melalui Bus Esports Desa, Yandri berharap generasi muda di perdesaan mendapatkan perspektif baru bahwa hobi di bidang gim dapat dikembangkan menjadi aktivitas produktif, bahkan berpotensi memberikan penghasilan.
“Esports ini bisa menjadi kegembiraan baru sekaligus kebangkitan baru di desa. Ada digitalisasi yang bisa menghasilkan uang. Anak muda desa jumlahnya besar dan mereka punya kreativitas masing-masing,” ujar Yandri.

2 days ago
7





































