Melihat Dampak Serangan AS ke Venezuela pada Harga Minyak Dunia

1 week ago 8
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online
Ilustrasi minyak mentah. Foto: Artem Oleshko/Shutterstock

Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR), Fabby Tumiwa, menilai kejadian tersebut juga tidak akan meningkatkan harga minyak dunia dalam jangka pendek.

“Saya tidak melihat faktor Venezuela akan menaikkan harga minyak dalam jangka pendek karena selain produksi minyak sekarang surplus 3 juta barel per hari (bpd), produksi minyak Venezuela hanya 1 persen dari total produksi minyak dunia,” kata Fabby saat dihubungi, Minggu (4/1).

Fabby mengatakan hal itu karena minyak dari Venezuela memiliki kontrak tersendiri dengan China sebagai pembeli terbesarnya. Dengan begitu, ia menegaskan dampak serangan AS ke Venezuela terhadap harga minyak dunia tak akan terlalu signifikan.

“Karena kalau kita lihat 80 persen ekspor minyak Venezuela ke China itu kan sebenarnya enggak mempengaruhi pasar juga. Ya kan dia langsung dibeli oleh, dia udah punya kontrak long term sama China. Jadi itu enggak terlalu mempengaruhi pasar spot,” ujar Fabby.

Meski begitu, Fabby menyebut jika nantinya AS memang masuk untuk memperbaiki industri minyak Venezuela melalui perusahaan-perusahaan sebagaimana disebut oleh Presiden AS Donald Trump, tak menutup kemungkinan ada peningkatan produksi minyak dari Venezuela.

Ditambah, kata Fabby, Venezuela memiliki sekitar 303 miliar barel cadangan minyak mentah atau sekitar 20 persen dari sumber daya minyak dunia yang selama ini belum dimanfaatkan. Jika hal tersebut terjadi, harga minyak dunia bisa turun. Fabby menilai hal itu tak akan terjadi dalam waktu cepat.

“Hanya kalau kemudian dengan ini misalkan ya misalnya produksi minyak naik, misalkan kita lihat dalam waktu 6 bulan ke depan ada produksi minyak mengalami kenaikan mungkin ya bisa saja harganya (minyak) di masa depan akan turun lagi. Tapi kan bergantung pada produksinya. Saya enggak terlalu yakin bahwa produksi itu akan fully dalam waktu kurang dari 1 tahun,” ungkap Fabby.

Sementara untuk dampak ekonomi terhadap China sebagai pembeli minyak Venezuela yang terbesar, Fabby menilai dampaknya juga tak akan terlalu signifikan. Hal itu karena neraca perdagangan China sudah cukup terdiversifikasi.

“Kalau saya lihat sih ekonomi China itu enggak terlalu banyak terdampak ya. Karena ekonomi China kan nggak terlalu dipengaruhi oleh itu (minyak). Dia itu dipengaruhi oleh konsumsi sama ekspornya dia, produk dalam negeri dan ekspor. Kalaupun harga minyak naik, saya nggak terlalu yakin China itu akan masalah ekonominya,” ujar Fabby.

Senada, pengamat energi sekaligus Direktur Eksekutif Pushep, Bisman Bakhtiar, juga menilai dampak serangan AS ke Venezuela terhadap harga minyak dunia tak akan terlalu signifikan. Hal itu karena masih ada suplai yang bisa menutup potensi kekurangan.

“Posisi Venezuela terhadap harga minyak dunia enggak terlalu terbesar dan jadi tidak akan memicu lonjakan drastis. Pasar minyak global saat ini cukup bisa adaptif karena suplai dari AS dan negara-negara OPEC masih mampu menutup potensi gangguan,” terang Bisman.

Namun, Bisman mengakui tidak menutup kemungkinan ada dampak fluktuasi harga dalam jangka pendek. Ia juga menilai ekonomi China juga bakal tetap akan aman meski negara tersebut merupakan pembeli minyak terbesar dari Venezuela.

Dikutip dari Bloomberg pada Minggu (4/1), China memang tercatat tak lagi mengimpor minyak mentah Venezuela per Maret 2025. Namun demikian, data pihak ketiga dan pelacakan kapal menunjukkan adanya aliran minyak dari Venezuela ke China yang kuat sepanjang tahun lalu.

Di China, kilang independen yang dikenal sebagai ‘teapots’ menjadi pembeli utama minyak Merey dari Venezuela. Minyak Merey merupakan minyak mentah berat yang biasanya digunakan untuk memproduksi bitumen untuk pengaspalan jalan.

Minyak Merey ditawarkan dengan diskon besar dibandingkan jenis minyak sekelasnya, sehingga menarik bagi para kilang di China yang menghadapi margin keuntungan yang sangat tipis.

Read Entire Article