Lutnick: Modi tak telepon Trump, perjanjian dagang AS-India tertunda

1 day ago 2
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

New Delhi (ANTARA) - Kesepakatan dagang Amerika Serikat-India tertunda karena Perdana Menteri India Narendra Modi tidak menelepon Presiden AS Donald Trump, ungkap Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick.

Pernyataan Lutnick itu muncul di tengah kegagalan kedua negara merampungkan perjanjian dagang tahun lalu, yang mendorong pemerintahan Trump memberlakukan tarif lebih tinggi terhadap barang-barang asal India.

Dalam sebuah siniar pada Kamis, Lutnick mengatakan dia telah meminta pihak India ketika bernegosiasi agar Modi menelepon Trump karena Presiden AS itu adalah penentu akhir kesepakatan dagang tersebut.

"Jadi saya bilang, 'Anda harus melibatkan Modi. Semuanya sudah siap. Anda harus meminta Modi menelepon presiden,'" kata Lutnick.

Dia menambahkan bahwa pihak India seperti merasa tidak nyaman menyampaikan hal itu kepada Modi.

"Jadi, Modi tidak menelepon," kata Lutnick.

Pemerintah AS kemudian memberlakukan tarif sebesar 50 persen atas impor dari India. Salah satu alasannya karena India tetap membeli minyak Rusia di tengah perang di Ukraina.

Perundingan dagang kedua negara kembali dilanjutkan pada September setelah Asisten Perwakilan Dagang AS Brendan Lynch bertemu pejabat India di New Delhi.

Pada Jumat, pemerintah India membantah pernyataan Lutnick tersebut. Mereka menyatakan telah berkomitmen untuk merundingkan perjanjian dagang bilateral dengan AS "sejak 13 Februari tahun lalu."

"Dalam beberapa kesempatan, kami hampir mencapai kesepakatan. Karakterisasi pembahasan tersebut dalam pernyataan yang dilaporkan [Lutnick] itu tidak akurat," kata pemerintah India dalam pernyataannya.

India juga menyebut Trump dan Modi telah berbicara delapan kali tahun lalu.

"Kami tetap tertarik pada kesepakatan dagang yang saling menguntungkan antara dua ekonomi yang saling melengkapi dan menantikan penyelesaiannya," sebut pernyataan itu.

Terkait rancangan undang-undang (RUU) sanksi AS terhadap Rusia, India mengatakan posisinya "dipandu oleh dinamika pasar global yang terus berkembang dan kebutuhan untuk mengamankan energi dengan harga terjangkau."

Senator AS Lindsey Graham mengatakan Trump telah memberi "lampu hijau" bagi RUU tersebut.

RUU itu, kata Graham, "akan memberi Presiden Trump daya ungkit besar terhadap negara-negara seperti China, India, dan Brazil untuk mendorong mereka berhenti membeli minyak Rusia murah yang menjadi sumber pendanaan" bagi negara itu.

China menolak langkah AS tersebut dan menyatakan hubungan dagangnya dengan Rusia tidak boleh diganggu.

India meningkatkan pembelian minyak mentah Rusia dengan harga diskon sejak 2022 meski ada sanksi dari Barat.

Amerika Serikat masih menjadi mitra dagang terbesar India dengan total perdagangan barang dan jasa mencapai sekitar 212,3 miliar dolar AS (sekitar Rp3.577,5 triliun) pada 2024.

Trump sebelumnya mengatakan bahwa Modi meminta pertemuan dengannya untuk membahas pembelian produk pertahanan.

Sumber: Anadolu

Baca juga: India-AS lanjutkan negosiasi dagang di tengah tensi tarif 50 persen
Baca juga: Masih beli minyak dari Rusia, India diancam tarif tambahan oleh AS

Penerjemah: Primayanti
Editor: Anton Santoso
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article