Liburan bersama balita sering kali menjadi tantangan tersendiri bagi orang tua. Di satu sisi ingin memanfaatkan waktu libur sebaik mungkin, di sisi lain harus memastikan anak tetap aman, nyaman, dan tidak kelelahan. Karena itu, menyusun itinerary liburan saat membawa balita tidak bisa disamakan dengan perjalanan orang dewasa dan perlu perencanaan yang lebih matang ya, Moms.
Itinerary Liburan Ideal Saat Membawa Balita
Menurut Dokter Spesialis Anak sekaligus Anggota Unit Kerja Koordinasi (UKK) Respirologi IDAI, Dr. dr. Nastiti Kaswandani, Sp.A, Subsp Respi(K), itinerary liburan untuk balita sebaiknya disusun dengan mengutamakan kepentingan anak, bukan ambisi orang tua.
-Keselamatan Jadi Prioritas Utama
Menurut dr. Nastiti, aspek safety harus menjadi pertimbangan pertama dalam memilih destinasi liburan. Orang tua perlu memastikan lokasi wisata aman untuk anak, termasuk memperhatikan kondisi lingkungan dan jenis wahana yang tersedia.
Ia mencontohkan tempat wisata di area gunung api aktif yang kerap dijadikan destinasi, namun sebenarnya tidak disarankan untuk anak-anak. Selain berisiko secara umum, lingkungan dengan paparan debu, gas, atau pijaran lava dapat berdampak buruk pada kesehatan saluran napas anak.
“Saya kan, concern saya di kesehatan saluran napas anak. Itu bukan rekomen dari saya untuk membawa liburan anak ke tempat yang melihat pijaran lava yang mengeluarkan atau gunung api yang aktif dan kita mendekat ke radius itu,” katanya dalam acara webinar bersama IDAI, Senin (29/12).
Selain aman, liburan ideal juga sebaiknya memberikan nilai edukasi. Mengajak anak melihat beragam fauna dan flora yang belum pernah ditemui sebelumnya, bermain dengan mainan edukatif, hingga mengenalkan peninggalan budaya dapat menambah wawasan anak. Aktivitas seperti ini tidak hanya menyenangkan, tetapi juga mendukung tumbuh kembang dan rasa ingin tahu anak sejak dini.
-Perhatikan Lingkungan dan Jangan Terlalu Ambisius
Dr. Nastiti juga mengingatkan agar orang tua selektif memilih tempat wisata. Lingkungan yang didominasi aktivitas orang dewasa dan kurang ramah anak sebaiknya dihindari. Selain itu, itinerary jangan dibuat terlalu padat. Liburan yang terlalu ambisius, misalnya memaksakan kunjungan ke banyak tempat dalam satu hari, justru bisa membuat balita kelelahan dan rewel.
“Dan jangan ke tempat-tempat yang, mohon maaf, mungkin banyak orang dewasanya yang pantai-pantai yang mengenakan baju-baju yang itu, tidak. Kemudian itinerary-nya, jangan terlalu ambisius,” tutur dr. Nastiti.
-Rencanakan Makan dan Cukupkan Cairan
Perencanaan makan menjadi hal penting, terutama jika bepergian dengan balita. Orang tua perlu mengetahui anak akan makan di mana, apa menunya, dan apakah sesuai dengan usia anak. Kebutuhan balita tentu berbeda dengan anak usia sekolah atau remaja.
Selain itu, asupan cairan harus benar-benar diperhatikan agar anak tidak mengalami dehidrasi, apalagi saat berada di tempat baru dan beraktivitas lebih banyak dari biasanya.

1 week ago
8





































