Kritik dan Demokrasi: Ketika Menyuarakan Pendapat Terasa Menakutkan

1 week ago 20
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online
ilustrasi kritik dan demokrasi. Foto: Pyae Sone Htun/Unsplash

Kritik dan demokrasi adalah dua pilar yang tidak terpisahkan dalam memastikan roda pemerintahan tetap berjalan di atas rel keadilan. Namun, alih-alih merayakan awal tahun dengan optimisme, sebagian masyarakat justru merasa waswas karena menyampaikan aspirasi kini terasa semakin berisiko. Pertanyaan ini mengemuka seiring meningkatnya pelaporan terhadap ekspresi publik, tepat di saat Indonesia memasuki fase baru hukum pidana melalui berlakunya Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Nasional. Dalam sistem yang sehat, kritik bukanlah ancaman, melainkan mekanisme koreksi agar kebijakan tidak menimbulkan dampak buruk yang luas bagi masyarakat.

Keresahan publik saat ini tidak lepas dari bayang-bayang sejarah, di mana pembatasan suara kritis sering kali hadir melalui normalisasi ketakutan dan penggunaan instrumen hukum untuk membatasi perbedaan pendapat. Meskipun konteks Indonesia saat ini memiliki pers yang lebih bebas, risiko kemunduran demokrasi tetap nyata jika pembatasan dilakukan melalui jalur legal-formal. Di sinilah relevansi antara aturan hukum dan praktik kritik dan demokrasi menjadi sangat krusial untuk disoroti. Kehadiran Pasal 240 KUHP tentang penyerangan kehormatan pemerintah, misalnya, menciptakan wilayah abu-abu yang bisa menjerat kritik tajam sebagai pelanggaran hukum, tergantung pada sudut pandang penegak hukumnya.

Kondisi ini semakin mengkhawatirkan jika pembaruan hukum tidak dibarengi dengan penguatan perlindungan hak warga negara dalam proses pembuktian. Para ilmuwan politik sering menyebut gejala ini sebagai democratic backsliding, sebuah proses kemunduran di mana kritik dan demokrasi perlahan menjadi mahal harganya secara hukum dan sosial. Ketika warga mulai ragu untuk berpendapat karena takut akan konsekuensi hukum, maka esensi dari kedaulatan rakyat sebenarnya sedang melemah. Negara yang kuat seharusnya bukan negara yang kebal terhadap teguran, melainkan negara yang mampu merespons setiap masukan dengan dewasa.

Sebab, pada akhirnya demokrasi tidak pernah mati dalam satu malam. Ia layu secara perlahan saat kritik dibungkam dan keheningan dianggap sebagai indikator stabilitas. KUHP dan KUHAP baru seharusnya hadir untuk memperkuat keadilan, bukan justru menjadi sumber kecemasan kolektif yang membuat masyarakat memilih untuk diam.

Read Entire Article