Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) tengah menyiapkan strategi penempatan pekerja migran Indonesia untuk tahun 2026, menyusul capaian penempatan sepanjang 2025 yang melampaui target nasional.
Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Christina Aryani menyampaikan bahwa capaian tersebut membuka peluang sekaligus tantangan baru yang perlu direspon dengan perencanaan yang lebih terarah dan terukur.
“Pemenuhan peluang tersebut menjadi prioritas utama melalui penyusunan strategi dan rencana aksi yang lebih terarah,” kata Christina dalam keterangan resmi, Jumat.
Pernyataan itu disampaikan usai ia memimpin rapat evaluasi penempatan pekerja migran tahun 2025, sekaligus membahas target dan persiapan penempatan tahun 2026 bersama jajaran Direktorat Jenderal Penempatan.
Dalam rapat tersebut, Christina mengapresiasi realisasi penempatan pekerja migran Indonesia sepanjang 2025 yang mencapai 296.948 orang, melampaui target awal sebesar 259.144 pekerja migran. Menurutnya, capaian ini patut disyukuri, namun tetap harus menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki berbagai aspek penempatan ke depan.
Selain evaluasi kinerja, rapat juga membahas optimalisasi pemenuhan lowongan kerja luar negeri yang tercatat dalam Sistem Komputerisasi Pelindungan Pekerja Migran Indonesia atau SiskoP2MI, yang saat ini mencapai 300.500 lowongan.
Christina memberi perhatian khusus pada penempatan awak kapal niaga migran dan awak kapal perikanan migran. Untuk sektor ini, kementerian menyiapkan langkah-langkah strategis, termasuk rencana pertemuan dengan para duta besar negara tujuan guna membuka peluang kerja sama penempatan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU).
Rapat tersebut juga menyoroti perlunya penguatan regulasi, harmonisasi perizinan, serta percepatan transformasi digital guna mendukung sistem penempatan yang lebih efisien dan transparan.
Salah satu wacana yang dibahas adalah pengembangan aplikasi mobile untuk memudahkan calon pekerja migran mengakses informasi lowongan kerja, Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia, serta persyaratan penempatan secara lebih ramah pengguna.
“Informasi sebenarnya sudah tersedia di website SiskoP2MI, namun perlu pendekatan yang lebih user friendly agar mudah diakses masyarakat,” jelas Christina.
Dari sisi penguatan kelembagaan, Christina mengatakan KP2MI akan berkoordinasi dengan Kementerian Desa dan Kementerian Dalam Negeri untuk memperkuat peran aparat desa melalui bimbingan teknis, guna mendukung penempatan pekerja migran yang aman dan lancar.
“Kami juga membahas rencana implementasi program SMK Go Global. Seperti rekrutmen peserta pelatihan yang disesuaikan dengan lowongan kerja yang ada di SiskoP2MI. Saya rasa ini sensibel, agar penyiapan tenaga kerja luar negeri berjalan efektif dan tidak mubazir,” ujarnya.
Baca juga: Kemen-P2MI dan ILO susun peta jalan reintegrasi pekerja migran RI
Baca juga: Wamen: pelatihan lintas kementerian ciptakan PMI berdaya saing global
Pewarta: Katriana
Editor: Primayanti
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

1 day ago
2





































