Kisah Pasukan Salib Menyerbu Gereja

2 days ago 6
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perang Salib IV terjadi antara tahun 1202–1204 M. Pergerakan pasukan yang diinisiasi Paus Inosensius III itu memang digadang-gadang bermaksud merebut Baitul Makdis (Yerusalem) dari tangan daulah Islam. Namun, dalam perjalanan dari Eropa Barat ke sana, kaum Salibis ini juga mengepung Konstantinopel (kini bernama Istanbul).

Padahal, kota itu merupakan ibu kota Kekaisaran Bizantium, yang notabene beragama Kristen. Rupanya, kaum Salibis tersebut menganggap Konstantinopel sebagai rival Roma. Ini pun mempertegas perpecahan antara Romawi Barat dan Romawi Timur (Bizantium).

Gereja utama Bizantium, Hagia Sophia, turut menjadi sasaran Pasukan Salib. Nyaris seluruh benda berharga di dalamnya habis dijarah.

Menurut sejarawan Yunani, Niketas Choniates, pada 1203 semua ornamen emas di Hagia Sophia dikelupas. Semua lampu-lampu peraknya dilepas.

Emas dan perak itu lantas digunakan oleh kaisar Bizantium, Isaac II Angelos dan anaknya, Alexios IV Angelos, untuk melunasi utang mereka pada Pasukan Salib. Utang itu muncul sesudah keduanya dibantu oleh Salibis dalam menumbangkan Alexios III Angelos.

Bagaimanapun, Tentara Salib tidak terima dengan pembayaran ini, yang dinilai terlalu sedikit. Karena itu, mereka menyerang Konstantinopel dan menjarah seisi kota pada 1204.

Alexios IV Angelos pun hanya setahun menjadi kaisar Bizantium. Takhta terpaksa dilepaskannya akibat serangan Salibis ini.

Aksi Penjarahan Konstantinopel 1204 semakin memperburuk hubungan antara Katolik Latin dan Kristen Ortodoks. Keretakan antarkeduanya memang sudah terjadinya ratusan tahun sebelumnya, yakni sejak Skisma 1054.

Keji dan kejam

Paul M Cobb, dalam Race for Paradise: An Islamic History of the Crusades, mengatakan, Perang Salib tak ubahnya invasi yang dilakukan orang-orang pinggiran terhadap penduduk yang lebih maju dan berkembang. Maka dari itu, serangan pasukan salib atas Yerusalem pada 7 Juni 1099 menimbul kan trauma bagi kaum Muslimin.

Mereka merasa terkejut, bagaimana mungkin suatu masyarakat yang maju dapat dikalahkan oleh gerombolan yang merangsek tanpa aturan?

Graham E Fuller, guru besar sejarah dari Simon Fraser University, dalam A World Without Islam mengatakan, orang-orang Kristen yang sampai ke Yerusalem saat itu umumnya adalah orang-orang bodoh serta bingung secara budaya dan geografis.

Tak sedikit dari mereka yang datang dalam keadaan lapar, sehingga terdorong nafsu untuk melakukan kekejaman dalam skala masif di negeri orang. Bahkan, muncul pula kasus kanibalisme.

Sejumlah pasukan salib itu tidak hanya membunuh orang-orang non-Kristen (termasuk Yahudi dan Kristen ortodoks), melainkan juga memakan bangkai mereka.

“Di Ma'arra (Suriah), pasukan-pasukan kami merebus orang-orang kafir dewasa dalam panci-panci masak, mereka memanggang anak-anak di panci-panci panjang dan melahap mereka,” begitu kesaksian Radulph dari Caen, seorang prajurit salibis pada 1098.

Kondisi demikian sangat tak sebanding dengan toleransi yang diberlakukan Umar bin Khattab. Sejarah mencatat, pasukan Muslimin di bawah pemerintahan al-Faruq berhasil menaklukkan Baitul Makdis (Yerusalem) pada 637 M.

Semasa hidup Nabi Muhammad SAW, Yerusalem tidak pernah berada di bawah kendali politik Muslim. Maka masa kekhalifahan Umar bin Khattab, yang merupakan khalifah kedua Islam, menjadi tonggak amat penting.

Segera setelah menerima kunci kota suci tersebut, Khalifah Umar bin Khattab menetapkan perlindungan atas gereja-gereja Kristen setempat. Demikian pula, sosok berjulukan al-Faruq itu mempersilakan kaum Yahudi untuk membangun kembali sinagoge di sana.

Read Entire Article