Kala Hakim Pertanyakan Gaji Rp 163 Juta Tenaga Ahli yang Direkrut Nadiem

5 days ago 9
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online
Eks konsultan Kemendikbudristek Ibrahim Arief, eks Direktur SMP Kemendikbudristek Mulyatsyah, dan Direktur SD Kemendikbudristek 2020-2021 Sri Wahyuningsih menghadiri sidang perdana kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook, Selasa (16/12). Foto: Fadhil Pramudya/kumparan

Konsultan di Kemendikbudristek pada era Nadiem Makarim, Ibrahim Arief, disebut mendapat gaji hingga Rp 163 juta. Sumber anggaran gaji itu dipertanyakan oleh hakim.

Hal tersebut terjadi saat hakim mencecar Widyaprada Ahli Utama Ditjen Paudasmen Kemendikbudristek, Sutanto, saat diperiksa sebagai saksi dalam persidangan kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (6/1).

Ibrahim duduk sebagai terdakwa dalam sidang tersebut bersama dengan Mulyatsyah selaku eks Direktur SMP Kemendikbudristek dan Sri Wahyuningsih selaku eks Direktur Sekolah Dasar.

Sutanto dicecar hakim karena saat terjadinya dugaan rasuah ini dirinya menjabat sebagai Sesditjen PAUD Dikdasmen Kemendikbudristek.

"Di dakwaan disebutkan digaji Rp 163 juta, sebagai Sesdirjen tahu enggak sumbernya dari mana itu?" tanya hakim Andi Saputra.

Sutanto tak mendengar jelas pertanyaan dari hakim. Hakim lalu mengulangi pertanyaannya tersebut.

Sutanto pun mengaku tak tahu menahu masalah penggajian yang ada. Sebab, dia tak membawahi urusan tersebut.

Eks Mendikbudristek Nadiem Makarim membacakan eksepsinya dalam kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook di lingkungan Kemendikbudristek di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Senin (5/1/2026). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

"Penggajian terdakwa Ibrahim tahu enggak sumbernya dari mana yang Rp 163 juta per bulan?" cecar hakim.

"Saya tidak tahu," jawab Sutanto.

"Berarti bukan dari anggaran Dirjen bapak?" tanya hakim lagi.

Sementara Ibrahim belum memberikan tanggapan soal gaji Rp 163 juta itu.

Dalam kasusnya, Ibrahim didakwa melakukan korupsi bersama-sama dengan Nadiem, Sri Wahyuningsih, dan Mulyatsyah.

Dalam dakwaan, mereka disebut melaksanakan pengadaan sarana pembelajaran berbasis teknologi informasi dan komunikasi berupa laptop Chromebook dan Chrome Device Management (CDM) tahun anggaran 2020, 2021, dan 2022 dengan tidak sesuai dengan perencanaan pengadaan dan prinsip-prinsip pengadaan.

Salah satu upaya untuk melancarkan pengadaan Chromebook, Nadiem disebut membentuk tim teknologi (Wartek) yang salah satu anggotanya adalah Ibrahim Arief.

Ibrahim merupakan tenaga konsultan yang direkrut Nadiem untuk menganalisa secara teknis penggunaan Chromebook.

"Bahwa pada tanggal 2 Desember 2019, terdakwa Nadiem Anwar Makarim membentuk tim teknologi (Wartek) di antaranya Ibrahim Arief alias Ibam yang merupakan tenaga konsultan di bawah Yayasan PSPK dengan gaji Rp163.000.000 nett per bulan," demikian dakwaan jaksa.

Perbuatan Nadiem dkk itu disebut mengakibatkan kerugian keuangan negara mencapai Rp 2.189.276.341.446,74 atau sekitar Rp 2,18 triliun.