Penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh pasukan Amerika Serikat pada Sabtu (3/1/2026) bukanlah sebuah insiden yang pertama kali terjadi.
Maduro ditangkap oleh AS dengan dugaan kasus narkotika dan terorisme. Maduro dan istrinya, Cilia Flores, akan menghadapi persidangan atas sejumlah tuduhan.
Dalam catatan sejarah modern, Amerika Serikat telah beberapa kali bertindak sebagai "Polisi Dunia", melintasi batas kedaulatan negara lain untuk menangkap pemimpin yang dianggap sebagai ancaman keamanan nasional atau pelaku kriminal internasional.
Penangkapan Maduro oleh Presiden AS Donald Trump menambah satu lagi nama dalam daftar yang relatif singkat tetapi signifikan dalam catatan geopolitik internasional
Berikut adalah daftar kepala negara yang pernah diringkus oleh otoritas Amerika Serikat sebelum Maduro, beserta detail kasus yang menjerat mereka, dikutip dari berbagai sumber, Minggu (4/1):
1. Manuel Noriega (Panama), 1989
Noriega pada akhir 1980-an merupakan penguasa de facto Panama sebagai panglima militer, meski bukan presiden terpilih.
Hubungannya dengan Washington memburuk setelah pengadilan federal AS pada 1988 mendakwanya atas perdagangan narkoba, pencucian uang, dan konspirasi kriminal yang berdampak langsung ke Amerika Serikat.
Ketegangan memuncak pada Desember 1989 saat AS melancarkan invasi militer ke Panama melalui Operation Just Cause. Washington menyatakan operasi itu bertujuan melindungi warga negaranya, mengamankan Terusan Panama, serta menegakkan dakwaan hukum terhadap Noriega.
Noriega sempat bersembunyi di Kedutaan Vatikan sebelum akhirnya menyerahkan diri pada Januari 1990. Ia ditangkap militer AS dan diterbangkan ke Miami untuk diadili. Pada 1992, pengadilan federal menyatakan Noriega bersalah dan menjatuhkan hukuman penjara, menjadikannya pemimpin pemerintahan pertama di era modern yang ditangkap melalui operasi militer dan diadili di pengadilan pidana Amerika Serikat.
Pemerintah AS membenarkan tindakan itu dengan dalih Noriega tidak lagi berhak atas kekebalan kepala negara karena dianggap tidak sah dan bertindak sebagai pemimpin jaringan kriminal.
2. Saddam Hussein (Iraq), 2003
Kasus Saddam Hussein merupakan salah satu contoh paling menonjol penangkapan kepala negara oleh Amerika Serikat dalam konflik bersenjata. Saddam ditangkap pada 13 Desember 2003, sekitar sembilan bulan setelah invasi AS dan sekutunya ke Irak pada Maret 2003.
Invasi tersebut dilandasi tuduhan bahwa rezim Saddam memiliki senjata pemusnah massal dan memiliki kaitan dengan terorisme internasional, tuduhan yang belakangan tidak pernah terbukti secara meyakinkan.
Setelah jatuhnya Baghdad dan runtuhnya pemerintahan Irak, Saddam menjadi buronan utama pasukan koalisi. Ia akhirnya ditemukan bersembunyi di sebuah lubang bawah tanah dekat Ad-Dawr, Tikrit, dalam operasi militer yang dinamakan Operation Red Dawn.

1 week ago
22





































