Moskow (ANTARA) - Pembukaan kembali perlintasan di perbatasan Rafah sangat penting untuk menyediakan bantuan kemanusiaan dalam jumlah yang cukup ke Jalur Gaza, kata Direktur Operasi Komite Internasional Palang Merah (ICRC), Yasmine Praz Dessimoz, kepada RIA Novosti.
"Dibutuhkan waktu untuk memulihkan defisit yang terjadi selama dua tahun dan mengisi kembali stok makanan, perlengkapan medis, dan barang-barang penting lainnya yang telah menipis," kata Praz Dessimoz.
"Pembukaan kembali perlintasan Rafah dan kelancaran arus bantuan kemanusiaan ke Gaza sangat penting untuk memastikan masuknya bantuan yang cukup dan terpenuhinya kebutuhan pokok masyarakat," imbuhnya.
ICRC memiliki ratusan palet bantuan kemanusiaan, termasuk peralatan dan perlengkapan untuk perbaikan dan pemeliharaan layanan air dan air limbah, makanan dan barang-barang rumah tangga, serta perlengkapan medis, yang siap dikirim ke wilayah kantong tersebut dari Yordania, Mesir, dan lokasi lainnya, katanya lebih lanjut.
"Kami juga bekerja sama dengan otoritas setempat untuk memfasilitasi pemulihan jenazah dari bawah reruntuhan, dengan tujuan membantu keluarga mendapatkan jawaban dan memastikan penanganan jenazah secara bermartabat, yang merupakan perhatian kemanusiaan penting bagi ICRC di mana pun kami beroperasi," kata Praz Dessimoz.
Pada 13 Oktober, Presiden AS Donald Trump, Presiden Mesir Abdel Fattah Sisi, Emir Qatar Tamim bin Hamad Al Thani, dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menandatangani deklarasi gencatan senjata di Gaza.
Perlintasan Rafah antara Mesir dan Jalur Gaza tetap ditutup setelah perjanjian gencatan senjata antara Israel dan gerakan Palestina Hamas mulai berlaku pada 10 Oktober.
Sumber: Sputnik-OANA
Penerjemah: Katriana
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

5 days ago
10





































