Ekonom Prediksi Neraca Perdagangan RI Kembali Surplus, Inflasi di 0,48 Persen

1 week ago 22
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online
Aktivitas bongkar muat kontainer berlangsung di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (16/9/2022). Foto: Aditya Pradana Putra/Antara Foto

Neraca perdagangan Indonesia diperkirakan masih mencatatkan surplus pada November 2025, di tengah perbaikan kinerja ekspor ke China dan penguatan permintaan domestik.

Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede menilai surplus tersebut mencerminkan ketahanan sektor eksternal Indonesia, meski tekanan global dan normalisasi perdagangan masih berlangsung.

Surplus perdagangan pada November 2025 diproyeksikan mencapai USD 3,08 miliar, meningkat dibandingkan Oktober 2025 yang sebesar USD 2,39 miliar.

“Surplus perdagangan Indonesia diperkirakan akan terus berlanjut pada November 2025, didukung oleh pemulihan ekspor ke China. Surplus diperkirakan mencapai USD 3,08 miliar pada November 2025, naik dari USD 2,39 miliar pada Oktober 2025, mencerminkan peningkatan aktivitas ekspor ke China, terutama dalam bentuk nikel olahan,” kata Josua kepada kumparan, Minggu (4/1).

Di sisi lain, total ekspor Indonesia secara tahunan diperkirakan turun 2,09 persen yoy atau melemah 2,60 persen secara bulanan. Pelemahan ini sejalan dengan normalisasi setelah lonjakan pengiriman ekspor sebelum penerapan tarif timbal balik Amerika Serikat, serta harga crude palm oil (CPO) yang cenderung melemah akibat normalisasi permintaan dari India. Meski demikian, penurunan ekspor tersebut sebagian tertahan oleh kinerja ekspor ke China yang relatif lebih kuat.

Sementara itu, impor Indonesia diperkirakan mulai menunjukkan perbaikan secara tahunan. Pada November 2025, impor diproyeksikan tumbuh 3,81 persen yoy, meski secara bulanan masih terkontraksi 6,05 persen akibat penurunan harga minyak. Perbaikan impor tahunan ini mencerminkan penguatan permintaan domestik, seiring meningkatnya impor bahan baku dan barang modal, terutama dari China, yang mengindikasikan aktivitas investasi dan produksi yang semakin bergairah.

Ke depan, surplus perdagangan diperkirakan tetap berlanjut, namun cenderung menyempit secara bertahap. Hal ini sejalan dengan proyeksi pertumbuhan impor yang diperkirakan akan melampaui ekspor, seiring kebijakan pemerintah yang semakin pro-pertumbuhan. Dorongan impor terutama berasal dari kebutuhan barang modal dan bahan baku, yang mencerminkan ekspansi investasi dan produksi dalam negeri.

Vice President Economist Permatabank Josua Pardede. Foto: Selfy Sandra Momongan/kumparan

Josua juga menilai tekanan perang dagang mulai mereda, seiring sikap Amerika Serikat yang lebih terbuka terhadap negosiasi. Selain itu, jaringan perjanjian perdagangan Indonesia yang semakin luas dan integrasi yang lebih dalam ke rantai pasok global dinilai akan terus menopang kinerja ekspor, termasuk upaya memperoleh akses bebas tarif ke AS untuk sejumlah produk unggulan.

"Kami memperkirakan neraca transaksi berjalan pada 2025 akan berkisar antara defisit sekitar 0,4 persen dari PDB dan surplus sekitar 0,2 persen dari PDB, menyoroti ketahanan sektor eksternal Indonesia. Pada 2026, neraca diperkirakan mencatat defisit ringan, tetap di bawah 1 persen PDB, menunjukkan posisi eksternal yang stabil dengan tekanan terbatas pada cadangan devisa,” jelas dia.

Dari sisi stabilitas eksternal, cadangan devisa Indonesia diperkirakan berada di kisaran USD 148-153 miliar pada akhir 2025, dengan nilai tukar rupiah bergerak di rentang IDR 16.700-16.800 per USD. Pada 2026, cadangan devisa diproyeksikan meningkat secara moderat menjadi USD 150-155 miliar, sementara rupiah diperkirakan berakhir di kisaran Rp 16.675–16.775 per USD.

Sementara itu, dari sisi harga, Indeks Harga Konsumen (IHK) diperkirakan mengalami kenaikan signifikan secara bulanan pada Desember 2025. Inflasi umum diproyeksikan meningkat menjadi 0,48 persen secara bulanan, dari 0,17 persen pada November 2025, didorong oleh permintaan musiman yang lebih kuat menjelang akhir tahun. Inflasi inti juga diperkirakan naik menjadi 0,28 persen mom dari sebelumnya 0,17 persen mom.

“IHK diperkirakan akan mengalami kenaikan yang signifikan secara bulanan pada Desember 2025, sejalan dengan pola musiman permintaan yang leb...

Read Entire Article