Demokrat AS: Tak ada bukti dukung aksi militer di Venezuela

6 days ago 11
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

Washington (ANTARA) - Pemimpin Minoritas DPR AS Hakeem Jeffries menyebut pemerintah gagal menunjukkan bukti yang membenarkan operasi militer AS di Venezuela yang berujung pada penangkapan Presiden Nicolás Maduro.

"Tak ada bukti yang disampaikan pemerintahan untuk membenarkan tindakan itu, yang terkait dengan adanya ancaman segera terhadap kesehatan, keselamatan, kesejahteraan, dan keamanan nasional rakyat Amerika," kata Jeffries kepada NBC News pada Minggu (4/1).

Pernyataannya itu muncul setelah Presiden Donald Trump pada Sabtu mengatakan bahwa Maduro dan istrinya, Cilia Flores, ditangkap dalam aksi militer AS. Trump juga berjanji bahwa AS akan mengendalikan negara itu untuk sementara, termasuk mengerahkan pasukan jika perlu.

Maduro dan istrinya mendarat di New York pada Sabtu malam dan kini berada di pusat penahanan di Brooklyn. Mereka menghadapi dakwaan perdagangan narkoba dan dugaan bekerja sama dengan kelompok kejahatan yang ditetapkan sebagai organisasi teroris.

Jeffries menolak dalih pemerintah yang menyebut operasi itu sebagai upaya pemberantasan narkoba, tetapi menyebutnya sebagai eskalasi militer.

"Ini bukan sekadar operasi narkoba. Ini adalah tindakan perang," katanya.

Sejumlah anggota parlemen Partai Demokrat AS pada Sabtu mengecam aksi militer itu tanpa persetujuan Kongres dan menyebutnya sebagai "ilegal."

Sumber: Anadolu

Baca juga: Presidennya ditangkap AS, Venezuela bentuk komisi bebaskan Maduro
Baca juga: Trump yakin aksi AS di Venezuela tak ganggu hubungannya dengan Xi

Penerjemah: Kuntum Khaira Riswan
Editor: Anton Santoso
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article