Penggunaan motor listrik untuk aktivitas harian jarak jauh mulai menunjukkan bukti nyata di lapangan. Salah satunya datang dari pengalaman anggota komunitas Polytron EV Rider (PEVR), Zulfikar, yang telah menempuh jarak 93 ribu kilometer menggunakan Polytron Fox R selama dua tahun.
Motor listrik tersebut bukan hanya dipakai untuk mobilitas ringan, melainkan digunakan setiap hari sebagai kendaraan operasional sebagai ojek daring. Dalam rutinitasnya, Zulfikar mengaku bisa menempuh ratusan kilometer per hari dengan jam kerja yang panjang.
“Ya memang motor ini saya pakai sebagai ojol Grab, tiap hari dari jam 7 pagi sampai sekitar jam 7 malam. Sehari bisa motoran sampai 200 kilometer,” ujar Zul sapaan akrabnya saat ditemui di kumparan On The Road baru-baru ini.
Dengan jarak tempuh harian yang tinggi, aktivitas pengisian daya menjadi bagian penting dari rutinitas. Dalam satu hari, Zulfikar menyebut proses pengisian baterai bisa dilakukan hingga dua kali, tergantung intensitas penggunaan.
Selain digunakan untuk bekerja, Polytron Fox R miliknya juga kerap diajak perjalanan jarak jauh bersama komunitas. Sejumlah rute touring antarkota hingga antarprovinsi sudah pernah dilibas, mulai dari Jawa Tengah, Yogyakarta, hingga Bali.
“Kita juga dari komunitas suka ikut touring. Pernah ke Guci Tegal, ke Jogja, dan paling jauh ke Bali. Waktu itu rencananya dari Jakarta ke Bali lanjut ke Lombok, tapi saya sampai Bali saja,” katanya.
Perjalanan Jakarta–Bali sendiri ditempuh selama tiga hari di perjalanan. Menurut Zulfikar, perjalanan tersebut membutuhkan perencanaan matang, terutama terkait titik pengisian daya di sepanjang rute.
“Jakarta ke Bali itu tiga hari di jalan. Ngecas total 18 kali. Sekali ngecas sekitar satu jam karena kita bawa fast charging,” jelasnya.
Ia menambahkan, jarak tempuh Polytron Fox R dalam kondisi normal bisa mencapai sekitar 130 kilometer. Namun saat digunakan dengan gaya berkendara lebih agresif, jarak tersebut bisa turun hingga sekitar 100 kilometer, sehingga pemetaan lokasi SPKLU menjadi krusial.
“Karena jarak tempuh tergantung cara pakai. Kalau ngebut ya sekitar 100 kilometer. Jadi sebelumnya kita mapping dulu SPKLU dari Jakarta sampai Bali sesuai kapasitas baterai,” ucapnya.
Untuk lokasi pengisian daya, Zulfikar biasanya memanfaatkan berbagai opsi yang tersedia. Selain melakukan pengecasan di rumah, ia juga memanfaatkan fasilitas milik Polytron dan jaringan pengisian milik PLN.
“Kalau ngecas biasanya di rumah singgah, di Service Center Polytron juga ada, dan di PLN juga sering,” katanya.
Terkait kendala selama perjalanan jauh menggunakan motor listrik, Zulfikar menyebut secara umum perjalanan berjalan lancar. Meski begitu, ia mengakui sempat...

1 week ago
7





































