Cerita Wisatawan Keluhkan Harga Gudeg di Malioboro, Rp85 Ribu 3 Porsi Katanya Mahal

6 days ago 19
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Keluhan wisatawan terkait mahalnya harga kuliner di kawasan Malioboro kembali viral di media sosial. Seorang wisatawan mengunggah pengalamannya saat membeli tiga porsi nasi gudeg lengkap dengan telur dan es teh manis yang dibanderol harga Rp85 ribu. Unggahan tersebut pun ramai diperbincangkan warganet setelah diunggah akun Instagram @yogyakarta.keras.

Dalam video tersebut, lokasi warung tidak ditampilkan secara jelas. Yang terlihat hanya sebuah gang di kawasan Malioboro. Perekam video mengingatkan wisatawan agar berhati-hati saat membeli makanan di sekitar Malioboro.

"Gaes hati2 kalau mau makan di depan malioboro jogja, Harganya mahal Banget Nasi gudeg 3 porsi+ telur Es teh manis 85 ribu," keterangan dalam video tersebut, dilihat Republika, Jumat (2/1/2026).

Unggahan itu langsung menuai beragam komentar, sebagian menilai harga tersebut tidak wajar, sementara lainnya menganggapnya lumrah di kawasan wisata. "Walah tak kira seporsi ternyata 3porsi+es teh. Lha nek kui dompet mu sing tongpes bro. Rasah dolan, nang omah wae," tulis salah satu warganet.

"Gudeg pake telor 3 + es teh 3= 85.000? Ya cocoklah," komentar lainnya.

"Budayakan tanya harga kalau piknik," kata lainnya.

Menanggapi viralnya unggahan tersebut, Kepala UPT Malioboro, Fitria Dyah Anggraeni, mengatakan pihaknya tidak memiliki kewenangan untuk mengatur harga makanan yang dijual pelaku usaha. Akan tetapi, ia menilai, harga tersebut masih tergolong wajar, meski ekspektasi wisatawan terhadap citra Jogja sebagai kota murah kerap menjadi pemicu kekecewaan.

"Kayaknya itu masih normal ya, tapi ya memang mungkin beda-beda ya. Kalau dia ke Gudeg Yu Djum kan bisa lebih syok lagi harganya. Mungkin kan secara harapannya mereka mendapatkan Jogja image murah," katanya, Jumat (2/1/2026).

"Kalau bicara kewenangan, memang kami tidak berada di ranah pengendalian harga. Tapi dari Dinas Pariwisata sudah melakukan sosialisasi kepada pelaku usaha kuliner agar mencantumkan daftar harga sebagai mitigasi," katanya, Jumat (2/1/2026).

Ia tak menepis lokasi penjual gudeg yang viral tersebut berada di kawasan sirip Malioboro. Namun, Fitria menegaskan secara kewenangan tidak berada langsung di bawah pengelolaan UPT Pengelolaan Kawasan Cagar Budaya. 

Namun Fitria menyebut Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Pariwisata telah melakukan langkah mitigasi dengan mensosialisasikan kewajiban pencantuman daftar harga kepada pelaku usaha kuliner, khususnya di kawasan wisata.

"Teman-teman Dinas Pariwisata yang berjaga di TISA juga selalu mengingatkan wisatawan untuk memastikan harga makanan. Kami juga mengimbau agar makan di resto atau penjual di kawasan Malioboro yang sudah jelas dan pasti daftar harganya," ujarnya.

Pihaknya juga rutin mengimbau wisatawan melalui pos Tourist Information Services (TISA) agar selalu memastikan harga sebelum memesan makanan, khususnya di kawasan Malioboro. Selain itu, UPT Pengelolaan Kawasan Cagar Budaya mengajak wisatawan untuk memilih tempat makan yang telah menerapkan standar harga yang jelas dan transparan, terutama restoran serta pedagang resmi di kawasan Malioboro.

Di area seperti Teras Malioboro dan toko-toko resmi, pencantuman daftar harga merupakan kewajiban yang secara rutin diawasi oleh pengelola bersama Dinas Pariwisata. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk perlindungan konsumen agar wisatawan dapat mengambil keputusan secara sadar sebelum membeli.

Menurutnya, transparansi harga menjadi kunci agar polemik serupa tidak terus terulang. Dengan adanya daftar harga yang jelas, wisatawan memiliki kebebasan untuk memutuskan apakah akan membeli atau tidak sesuai dengan kemampuan masing-masing. 

"Karena itu kami bisa menjamin, ketika wisatawan berbelanja di tempat yang jelas, meskipun harganya dianggap mahal, mereka tetap punya pilihan untuk tidak membeli," ungkapnya.

Wulan Intandari

Caption :

Tangkapan layar video yang mengeluhkan harga Gudeg saat liburan di kawasan Malioboro. // Dok : Instagram @yogyakarta.keras

Atau pakai illustrasi Gudeg ya.

Read Entire Article