BPBD: Normalisasi sungai kunci utama untuk mencegah banjir berulang.
REPUBLIKA.CO.ID, PADANG, – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang, Sumatera Barat, menegaskan pentingnya normalisasi sungai untuk mencegah terjadinya banjir berulang di wilayah tersebut. Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, mengungkapkan bahwa pengerukan sedimen dan pembuatan cekdam sangat dibutuhkan guna mengatasi masalah ini.
Normalisasi sungai menjadi kunci utama dalam mengatasi debit air yang meluap, yang bisa menyebabkan terjadinya banjir. "Yang kita butuhkan adalah alat berat untuk menormalisasi sungai. Jika tidak, maka kondisinya akan seperti ini terus," kata Hendri Zulviton pada Jumat (2/1).
Hendri menyampaikan hal tersebut sehubungan dengan terputusnya akses utama di daerah Batu Busuak, Kecamatan Pauh sepanjang 15 meter akibat terjangan arus sungai Batang Kuranji. Pengerukan sedimen dianggap mendesak setelah banjir bandang terjadi pada akhir November 2025.
"Jadi, kita harus mengeruk sedimen sungai kemudian membuat cekdam. Jika tidak maka kondisinya akan berlarut-larut seperti ini," tambahnya. Pengerjaan ini dikategorikan mendesak dan vital, terutama karena satu-satunya jalan utama di Batu Busuak sudah terputus akibat tergerus aliran sungai.
Keadaan sungai di Batu Busuak saat ini telah mengalami pendangkalan dan pelebaran yang mengakibatkan akses utama roda dua dan empat putus total. Oleh karena itu, normalisasi sungai sangat mendesak guna mencegah kerugian atau dampak terburuk di masa mendatang. "Jadi solusinya datangkan alat berat sebanyak-banyak," ujarnya.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara

1 week ago
8





































